Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Darah

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Darah adalah jenis jaringan ikat dan bagian sistem peredaran darah berupa cairan tubuh yang meliputi sel darah & plasma darah, berwarna dominan merah dan mengalami sirkulasi darah, perdarahan atau sebagian merembes ke dalam ruang interstisial.
Sinonim : cairan darah

Gambar Darah

Darah (brilio.net)



Penjelasan

Darah berupa cairan tubuh yang meliputi sel darah (45%) dan plasma darah (55%).
Darah berwarna dominan merah karena pengaruh hemoglobin sedangkan darah berwarna merah terang akibat kelebihan oksigen dan merah tua akibat kekurangan oksigen.
Darah mengalami sirkulasi darahGambar Sirkulasi Darah secara intravaskuler dimana darah meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan ke jantung melalui vena; tekanan darah timbul oleh mekanisme sirkulasi darah dalam pembuluh darah yang dapat diukur pada pemeriksaan fisik tanda vital.
Darah mengalami perdarahan secara ekstravaskuler seperti saat luka, radang kronik, batuk darah (pada tuberkulosis), kehamilan, kelahiran dan haid. Darah dapat pula dianggap sebagai benda asing misalnya pada kasus perforasi usus.
Darah sebagian merembes ke dalam ruang ekstravaskuler lalu dikembalikan masuk ke dalam pembuluh darah melalui pembuluh limfe.

Komponen

Jenis

  • darah arteri
  • darah kapiler
  • darah vena
  • darah fisiologis
  • darah haid
  • darah penyakit

Fisiologi

oksigenGambar Oksigen : menentukan warna merah terang atau merah tua pada darah dimana warna merah terang menandakan darah kelebihan oksigen sedangkan warna merah tua menunjukkan kekurangan oksigen; berasal dari paru-paru dan beredar dalam darah.

Fungsi Darah


Sistem Organ


Patofisiologi

  • anopheles : darah dapat dihisap oleh anopheles lalu dimasukkan plasmodium
  • bayi : darah dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi.
  • rokok : karbon monoksida (CO) mengurangi kemampuan darah membawa oksigen sehingga sel-sel tubuh akan mati.
  • secondary survey : periksa ada tidaknya cairan dan darah yang keluar dari dalam telinga dan hidung; periksa ada tidaknya darah yang keluar dari dalam mulut dan kulit.
  • tripsin : aliran darah membawa tripsin menuju pankreas
hematokeziaGambar Hematokezia : BAB berdarah dimana feses mengandung darah berwarna merah segar karena perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah terutama usus besar berada tidak jauh dari dubur sehingga darah keluar dari anus dalam keadaan masih segar; darah juga dapat menetes dari anus.
melenaGambar Melena : [diagnosis] BAB berdarah dimana feses mengandung darah berwarna hitam gelap seperti aspal, berbau amis darah, bertekstur lunak dan lengket; [patofisiologi] feses berwarna gelap karena bercampurnya darah dengan asam lambung, enzim atau bakteri di usus besar sebelum keluar bersama feses; muntah darah.

Tes Widal


tes widalGambar Tes Widal : pasien menjalani proses pengambilan darah kemudian sampel darah dikirim ke laboratorium; sampel darah ditetesi antigen O dan antigen H di laboratorium; sampel darah lalu diencerkan sebanyak puluhan hingga ratusan kali; hasil positif dari sampel darah yang diambil sebelum hari ke 6-8 bukan karena demam tifoid saat itu melainkan berasal dari kontak sebelumnya.
tingkat akurasi dipengaruhi kualitas sampel darah atau antigen, cara pemeriksaan dan pembacaan hasil tes.

Anemia


anemiaGambar Anemia : [penyebab] anemia karena produksi darah tidak cukup misalnya akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk berbagai sel darah; anemia karena kehilangan darah berlebihan misalnya pada perdarahan (perdarahan akut dan perdarahan kronik) dan kelainan darah.
konsumsi lama terhadap kortikosteroid, NSAID dan obat pengencer darah dapat menyebabkan anemia.

HIV


HIVGambar HIV : [diagnosis] pemeriksaan darah lengkap, urin rutin & mikroskopik, pemeriksaan feses lengkap, kimia darah (kreatinin serum, ureum darah, glukosa darah, SGOT/SGPT, bilirubin serum, lipid serum & amilase serum), serologi virus hepatitis & virus hepatitis B, pemeriksaan sputum BTA, foto toraks & pemeriksaan kehamilan untuk mengetahui infeksi oportunistik & komorbiditas.

Nefrolitiasis


nefrolitiasisGambar Nefrolitiasis : urin yang terlalu pekat karena kadar zat-zat limbah (terutama garam dan mineral) jauh lebih banyak daripada cairan pelarut atau sedikit zat yang larut bahkan tidak larut sama sekali sehingga terjadi kristalisasi garam dan mineral yang tidak tersaring oleh ginjal dalam darah.
[pencegahan] minum air putih sebanyak 8-10 gelas atau 2-3 liter per hari untuk mencegah dehidrasi, mengencerkan urin dan membilas saluran kemih sehingga zat-zat limbah yang disaring ginjal dari darah tidak mudah mengendap dan selalu lancar terbuang.

Stroke


strokeGambar Stroke : kadar kolesterol tinggi menyebabkan timbunan kolesterol yang akan memicu terbentuknya sumbatan di dalam pembuluh darah (arteriosklerosis) otak sehingga pasokan darah dan suplai oksigen ke suatu bagian otak berkurang selanjutnya kondisi ini dapat membuat sel otak rusak hingga berakibat stroke dan kematian.

Penyakit Lain


Farmakologi

  • betahistine : meningkatkan aliran darah telinga dalam
  • ciprofloxacin : [efek samping] efek terhadap darah seperti eosinofil, leukositosis dan anemia.
  • diazepam : [peringatan] hati-hati buat pecandu narkoba dan alkohol, gangguan pernapasan, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan mental, kelainan darah dan myasthenia gravis.
  • epinefrin : meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung
  • griseofulvin : dapat menyebabkan efek samping suatu gangguan darah
  • loperamid : jika ada darah pada tinja yang menyertai diare maka hindari pemberian loperamid.
  • metamizole : hati-hati pada kelainan darah

Kesehatan

  • olahraga : rutin berolahraga dapat memperbaiki kinerja pembuluh darah kecil untuk mengalirkan darah yang banyak mengandung oksigen menuju otak.
  • vagina : pembalut untuk menampung darah haid; gantilah pembalut setiap 4 jam atau minimal 2 kali sehari ketika menstruasi untuk mencegah infeksi vagina (vaginitis) atau gangguan lainnya.

Penyakit

Obat

Istilah

Referensi

  1. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 71.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  3. Dr. Suparyanto, M.Kes. 2010. Fisiologi Sistem Limfatik. dr-suparyanto.blogspot.com. Akses 19 Maret 2019.

ARTIKEL TERBARU


Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid | Demam Berdarah Dengue |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 8/11/22