Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Preeklampsia

Edisi 0.5
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi yang disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.

Sinonim : preeklamsia | Kompetensi : ? | Laporan Penyakit : ? | ICD X : O.14.9

Gambar Preeklampsia

Preeklampsia


loading...

Penjelasan

?

Penyebab

Etiologinya belum diketahui tapi para ahli mengemukakan beberapa teori :
  • teori prostasiklin dan tromboksan
  • teori imunologis
  • teori genetik/familial
Faktor risiko :
  • Faktor kehamilan :
  • o kelainan kromosom o mola hydatidosa o hydrops fetalis o kehamilan multifetus o inseminasi donor atau donor oosit o kelainan struktur kongenital
  • Faktor maternal :
  • o primigravida o hamil diatas 35-40 tahun o hamil dibawah 20 tahun o kehamilan kembar o riwayat penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal o riwayat preeklampsia o ras kulit hitam o kekurangan kalsium o obesitas / overweight o daerah tropis o kebiasaan merokok o aktifitas fisik berlebihan o hidrops fetalis o diabetes mellitus o mola hidatidosa o nullipara o stress
  • Faktor paternal :
  • o primipatemitas o riwayat isteri preeklampsia

Jenis

Klasifikasi :
  • preeklampsia ringan
  • preeklampsia berat
Preeklampsia Ringan :
  • peningkatan tekanan darah yang lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg
  • peningkatan tekanan sistolik > 30 mmHg atau diastolik > 15 mmHg
  • peningkatan mean arterial pressure > 20 mmHg, atau MAP > 105 mmHg
  • proteinuria signifikan, 300 mg/24 jam atau > 1 g/ml
  • diukur pada dua kali pemeriksaan dengan jarak waktu 6 jam
  • edema umum atau peningkatan berat badan berlebihan
Preeklampsia Berat :
  • tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 110 mmHg
  • proteinuria = 5 atau (3+) pada tes celup strip
  • oliguria, diuresis < 400 ml dalam 24 jam
  • sakit kepala hebat dan gangguan penglihatan
  • nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas abdomen atau ada ikterus
  • edema paru atau sianosis
  • trombositopenia
  • pertumbuhan janin yang terhambat

Patofisiologi

Diagnosis

Manifestasi klinis :
Gejala secara berurutan :
Gejala lainnya :
Pemeriksaan penunjang :
  • pemeriksaan darah rutin serta kimia darah : trombosit, ureum, kreatinin, SGOT, LDH, bilirubin
  • pemeriksaan urin : protein, reduksi, bilirubin, sedimen urin
  • kemungkinan adanya pertumbuhan janin terhambat, konfirmasi USG bila ada
  • nilai kesejahteraan janin (kardiotokografi)
  • doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan preeklampsia ringan :
  • dapat dikatakan tidak mempunyai risiko bagi ibu maupun janin
  • tidak perlu segera diberikan obat antihipertensi atau obat lainnya, tidak perlu dirawat kecuali tekanan darah meningkat terus (batas aman 140-150/90-100 mmHg)
  • istirahat yang cukup (berbaring / tiduran minimal 4 jam pada siang hari dan minimal 8 jam pada malam hari). Berbaring pada sisi kiri tubuh agar janin anda tidak menindih urat darah
  • pemberian luminal 1-2 x 30 mg/hari bila tidak bisa tidur
  • pemberian asam asetilsalisilat (aspirin) 1 x 80 mg/hari
  • bila tekanan darah tidak turun, dianjurkan dirawat dan diberi obat antihipertensi : metildopa 3 x 125 mg/hari (max.1500 mg/hari), nifedipin 3-8 x 5-10 mg/hari, nifedipin retard 2-3 x 20 mg/hari atau pindolol 1-3 x 5 mg/hari (max.30 mg/hari)
  • diet rendah garam dan diuretik tidak perlu
  • jika maturitas janin masih lama, lanjutkan kehamilan, periksa tiap 1 minggu
  • indikasi rawat : jika ada perburukan, tekanan darah tidak turun setelah 2 minggu rawat jalan, peningkatan berat badan melebihi 1 kg/minggu 2 kali berturut-turut, atau pasien menunjukkan tanda-tanda pre-eklampsia berat. Berikan juga obat antihipertensi
  • jika dalam perawatan tidak ada perbaikan, tatalaksana sebagai pre-eklampsia berat. Jika perbaikan, lanjutkan rawat jalan
  • pengakhiran kehamilan : ditunggu sampai usia 40 minggu, kecuali ditemukan pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, solusio plasenta, eklampsia, atau indikasi terminasi lainnya. Minimal usia 38 minggu, janin sudah dinyatakan matur
  • persalinan pada pre-eklampsia ringan dapat dilakukan spontan, atau dengan bantuan ekstraksi untuk mempercepat kala II
Penatalaksanaan preeklampsia berat :
  • dapat ditangani secara aktif atau konservatif
  • aktif berarti : kehamilan diakhiri / diterminasi bersama dengan pengobatan medisinal
  • konservatif berarti : kehamilan dipertahankan bersama dengan pengobatan medisinal
  • prinsip : tetap pemantauan janin dengan klinis, USG, kardiotokografi

Komplikasi

Pencegahan

  • gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda
  • minum 6-8 gelas air sehari
  • jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood
  • olahraga yang cukup
  • angkat kaki beberapa kali dalam sehari
  • hindari minum alkohol
  • hindari minuman yang mengandung kafein
  • minum obat dan makan suplemen tambahan

Obat

Referensi

  1. Arif Mansjoer (ed.), dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran : Kelainan pada Kehamilan. Ed. III. FKUI. Media Aesculapius. Hal. 270-273.
  2. Kurniawati Artikasari. 2009. Hubungan Antara Primigravida Dengan Angka Kejadian Preeklamsia/Eklamsia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Periode 1 Januari - 31 Desember 2008. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://etd.eprints.ums.ac.id/4063/2/J500060022.pdf
  3. Anonim. 2008. Kehamilan Yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi : Preeklamsia atau Toksemia. keluargasehat.wordpress.com
  4. Anonim. Hipertensi Pada Ibu Hamil. iqbal2008.blogspot.com
  5. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 7/09/20