Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Metilergometrin

Edisi 0.6
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Metilergometrin adalah obat oksitosik untuk mengurangi dan menghentikan perdarahan pasca persalinan dan pasca abortus serta mencegah atonia uteri dengan cara meningkatkan kontraksi otot rahim (uterotonika).

Sinonim : methylergometrine, methyl-ergometrine, metilergometrin maleat

Gambar Metilergometrin

Metilergometrin


loading...

Penjelasan

  1. metilergometrin merupakan obat analog sintetik dari ergonovin dan golongan ergot alkaloid
  2. metilergometrin merupakan uterotonika pilihan kedua pada seksio sesarea setelah oksitosin
  3. batas keamanannya sempit
  4. hati-hati pada penderita hipertensi, penyakit hati, penyakit jantung, penyakit ginjal, infeksi puerpuralis dan penyakit penyumbatan pembuluh darah
  5. tidak dianjurkan buat induksi partus karena masa kerjanya lama dan menyebabkan kontraksi uterus non fisiologik
  6. mula kerja cepat 10 menit
  7. biotransformasi dalam hati
  8. ekskresi melalui hati dan ginjal
  9. sistem reproduksi

Komposisi

Sediaan :
  • tablet salut
    o 0,125 mg
  • injeksi
    o 0,2 mg/ml

Farmakologi

Indikasi

  • uterotonika pilihan kedua (oksitosin pilihan pertama) pada seksio sesarea
  • stimulan uterus pada perdarahan pasca persalinan (perdarahan pascasalin / perdarahan post partum) kala III & kala IV serta pasca abortus
  • mencegah (profilaksis) atonia uteri pada seksio sesarea

Posologi

  • oral : 2-4x0,2-0,4 mg sehari selama 2 hari
  • intravena : 0,2 atau 0,5 mg pelan
  • intramuskular : 0,2 mg setelah plasenta lahir
  • pemberian 0,2 mg intravena atau intramuskular dapat diulangi setiap 15 menit sampai dosis maksimum 1 mg
  • sebelum atau setelah plasenta lahir (pelepasan plasenta)
  • pemberian metilergometrin dapat dihentikan setelah perdarahan berhenti

Efek Samping

Kontraindikasi

Interaksi Obat

  • vasokonstriktor
  • alkaloid ergot lain

Penelitian

  • tidak ada perbedaan bermakna antara pemberian metilergometrin intravena dan intramiometrial pada operasi seksio sesarea terhadap jumlah perdarahan kala III dan IV, lama pelepasan plasenta (kala III) dan penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit
  • tidak ada perbedaan bermakna antara pemberian metilergometrin intramuskular dan misoprostol rektal terhadap jumlah darah pada kala III dan IV

Referensi

  1. Anonim. 2002. Buku Saku Obat Generik. Fakultas Kedokteran Unhas Makassar. Hal. 88-89.
  2. dr. Anita Rohmah, Sp.OG., dr. H. Risanto Siswosudarmo, Sp.OG(K). Prof. Dr. Mohammad Hakimi, Ph.D., Sp.OG(K). Perbandingan Pengaruh Pemberian Metilergometrin Secara Intravena dan Intramiometrial pada Seksio Sesarea. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada & RSUP DR. Sardjito Yogyakarta, 2013.
  3. dr. Yusi Capriyanti. Pendarahan Sudah Berhenti, Apakah Masih Teap Meminum Obat Bledstop ? alodokter.com. 2016.
  4. dr. Syafaruddin, Sp.OG., dr. Dian Ika Putri, Sp.OG, Prof. Dr. H.M. Sulchan Sofoewan, Ph.D., Sp.OG(K). Perbandingan Misoprostol Rektal dengan Metilergometrin Maleat Intramuskular Terhadap Jumlah Darah pada Kala III dan Kala IV. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta, 2004.
  5. Dr. Agung Biworo, M.Kes. Obat Sistem Reproduksi & Genitalia. farmakologi.files.wordpress.com
  6. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 16/12/19