Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Luka

Edisi 0.6
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Luka adalah kerusakan atau kehilangan (diskontinuitas) sebagian struktur, fungsi dan anatomi jaringan atau organ karena berbagai sebab sehingga menimbulkan perdarahan, peradangan dan infeksi.

Sinonim : cedera, perlukaan, vulnus

Gambar Luka

Luka


loading...

Penjelasan

Luka karena berbagai sebab seperti traumaGambar Trauma (kecelakaan, bunuh diri & pembunuhan), tindakan medis (pembedahan & imunisasi BCG) dan perjalanan atau komplikasi penyakit (neuropati & keganasan).
Luka pada jaringan atau organ misalnya kulit, mukosa dan tulang.
Luka menyebabkan radang disebut luka radang dimana luka radang dapat ditautkan oleh fibrin pada fase inflamasi dari penyembuhan luka.
Luka menyebabkan infeksi disebut luka infeksi dimana penyebaran antigen (mikroorganisme) dapat dibatasi oleh fibrin & produksi antibodi.

Penyebab

Penyebab luka :

Jenis

Jenis luka perlu diketahui untuk mengetahui sifat, penyebab dan cara penyembuhannya. Pembagian luka berdasarkan :
  • lama luka
  • derajat kontaminasi luka
  • lokasi luka
  • penyebab luka
Jenis luka berdasarkan lama luka :
Jenis luka berdasarkan derajat kontaminasi luka :
Jenis luka berdasarkan lokasi luka :
  • cedera kepala : dapat mempengaruhi jumlah cairan pada telinga dalam sebagai penyebab penyakit meniere.
  • cedera dada
  • cedera paru-paru
  • cedera perut
  • cedera tulang belakang
  • cedera tulang panjang
Jenis luka berdasarkan penyebab luka :
  • luka pada kasus kecelakaan :
    o lokasi luka : terpapar
    o jumlah luka : tunggal / banyak
    o pakaian : terkena
    o luka tangkis : tidak ada
    o luka percobaan : tidak ada
    o cedera sekunder : mungkin ada
  • luka pada kasus bunuh diri :
    o lokasi luka : terpilih
    o jumlah luka : banyak
    o pakaian : tidak terkena
    o luka tangkis : tidak ada
    o luka percobaan : ada
    o cedera sekunder : tidak ada
  • luka pada kasus pembunuhan :
    o lokasi luka : sembarang
    o jumlah luka : banyak
    o pakaian : terkena
    o luka tangkis : ada
    o luka percobaan : tidak ada
    o cedera sekunder : mungkin ada
  • luka berat
  • luka jaringan
  • luka korosif
  • luka melepuh
  • luka penetrasi

Patofisiologi

nyeriGambar Nyeri : karena kerusakan ujung-ujung saraf sensoris; intensitas atau derajat rasa nyeri berbeda-beda tergantung pada berat atau luas kerusakan ujung-ujung saraf, etiologi luka dan lokasi luka.
  • vulnus terjadi apabila ada suatu trauma yang mengenai tubuh.
  • jaringan interstitial pada daerah cedera atau nekrosis menjadi tempat keluarnya sel radang seperti limfosit dari sirkulasi darah.
  • perdarahan : hebatnya perdarahan tergantung pada lokasi luka dan jenis pembuluh darah yang rusak.
  • gangguan fungsi : fungsi anggota badan akan terganggu karena rasa nyeri atau kerusakan tendon.
  • shock : karena nyeri atau perdarahan hebat.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
  • anamnesis
  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan penunjang
luka bakar : permukaan luka lebar dan bentuk luka tidak beraturan.
vulnus amputatum : luka membentuk lingkaran sesuai dengan organ yang dipotong.
vulnus contussum : terjadi kerusakan (cedera) soft tissue (jaringan lunak) pada kontusio sehingga terasa nyeri.
vulnus excoriatumGambar Vulnus Excoriatum : berupa luka yang memiliki dimensi panjang & lebar tanpa kedalaman; meliputi antemortem abrasi dan postmortem abrasi; antemortem abrasi seperti warna kemerahan & kecoklatan dan batas tidak tegas karena reaksi lokal; postmortem abrasi seperti warna kekuningan, area bening, batas tajam & tegas dan tidak ada reaksi vital lokal.
vulnus laceratumGambar Vulnus Laceratum : berupa luka yang memiliki dimensi panjang, lebar & kedalaman; tepi luka tidak beraturan (compang-camping) & tampak jembatan jaringan kedua tepi luka; dasar luka tidak beraturan.
vulnus morsum : bentuk permukaan luka dan kedalaman luka sesuai dengan bentuk gigi penggigit.
vulnus punctumGambar Vulnus Punctum : luka dari luar tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat; biasanya memiliki kedalaman luka relatif lebih panjang (lebih sempit dan dalam) daripada lebarnya; sudut luka lancip dan tumpul pada pisau bermata satu sedangkan pada pisau bermata dua kedua sudut luka lancip.
vulnus scissum : tepi luka reguler, bersih, teretraksi dan teraversi kecuali pada leher dan skrotum dengan tepi inverted.
vulnus sclopetorum : pinggiran luka tampak kehitam-hitaman dan bisa tidak teratur.
Gejala dan tanda tergantung penyebab dan tipe vulnus :
  • bengkak
  • deformitas
  • krepitasi
  • memar
  • nyeri
  • perdarahan
  • diastase yaitu luka yang menganga atau tepinya saling melebar.
  • gangguan fungsi
  • shock
Pemeriksaan laboratorium
Bukan karena luka :

Penatalaksanaan

Fase penyembuhan luka
  • fase inflamasi / lag phase : hari ke-1 sampai hari ke-5
  • fase proliferasi / fibroblast : hari ke-6 sampai minggu ke-3
  • fase remodelling / resorpsi / maturasi : minggu ke-3 sampai 2 tahun
luka bakarGambar Luka Bakar : penderita dirujuk jika mengalami kesulitan dalam merawat luka secara baik dan benar di rumah; jika kotoran sukar dibersihkan maka daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat; jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih maka oleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin); biasanya dipasang verban untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut; sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka.

Jahit Luka


Pertama, lakukan anestesi lokal atau anestesi umum bergantung pada berat luka, letak luka dan keadaan penderita. Luka dan sekitar luka dibersihkan dengan antiseptik. Bahan pakai adalah larutan yodium povidon 1% dan larutan klorheksidin ½%. Larutan yodium 3% atau alkohol 70% hanya digunakan untuk membersihkan kulit disekitar luka.
Kemudian daerah disekitar lapangan kerja ditutup dengan kain steril dan secara steril dilakukan kembali pembersihan luka dari kontaminasi secara mekanis misalnya pembuangan jaringan mati dengan gunting atau pisau lalu dibersihkan dengan bilasan atau guyuran NaCl.
Akhirnya, dilakukan penjahitan bila memungkinkan dan luka ditutup dengan bahan yang dapat mencegah lengketnya kasa misalnya kasa yang mengandung vaselin ditambah dengan kasa penyerap dan dibalut dengan pembalut elastis.

Komplikasi

Komplikasi karena luka :

Peralatan

Alat bedah minor :
  • gunting jaringan
  • pinset anatomis
  • pinset sirurgis
  • gunting benang
  • needle holder
  • klem arteri
  • scalpel blade & handle

Prognosis

  • tergantung luas, kedalaman dan penyebab luka

Penyakit

sifilis : selain infeksi menular seksual, sifilis dapat menular melalui kontak langsung luka di kulit atau selaput lendir & penularan melalui ibu ke anak.
tetanusGambar Tetanus : untuk mencegah tetanus maka setiap luka (terutama luka tusuk) yang dalam harus dibersihkan secara seksama karena kotoran atau jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan clostridium tetani.
trauma tumpul : tepi luka tidak rata, terdapat jembatan jaringan (kontinuitas jaringan), bentuk luka menyerupai benda yang mengenainya.

Obat

Istilah

primary surveyGambar Primary Survey pada cedera kepala : mendeteksi dan menilai cepat fungsi sirkulasi korban dengan memeriksa tanda-tanda cedera kepala; mendeteksi dan menilai cepat fungsi otak & kesadaran menggunakan pedoman gcs dan melakukan koreksi segera pada posisi pasien slide head up.
secondary surveyGambar Secondary Survey : mencari tanda jelas cedera, perlukaan kulit kepala, perlukaan telinga, perlukaan mata, perlukaan hidung, perlukaan mulut, perlukaan bibir, perlukaan rahang, perlukaan kulit, perlukaan leher, warna luka pada ekstremitas atas dan ekstremitas bawah.

Referensi

  1. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 173.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  3. David S. Perdanakusuma. Anatomi Fisiologi Kulit dan Penyembuhan Luka. Bagian Bedah Plastik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
  4. dr. Wiwid Santiko. 2017. Jenis Luka Forensik (Vulnus) : Klue dan Interpretasi. www.doktermuslim.com. Akses 18 November 2018.
  5. Dr. Supartuti, M.Kes. Peradangan. Politeknik Kesehatan Yogyakarta. Departemen Kesehatan. www.academia.edu
  6. Febrina Calysta Kirei. 2017. Apa yang Dimaksud dengan Jenis Luka (Vulnus) ? www.dictio.id. Akses 7 Desember 2019.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 24/09/20