Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Anak

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Anak adalah manusia yang dianggap belum dewasa sebagai keturunan dari orang tuanya sejak dalam kandungan sampai usia 18 tahun kurang 1 hari.
Sinonim : anak-anak, usia anak

Gambar Anak

Anak (hikmatul-islam.blogspot.com)



Penjelasan

?

Jenis

Pembagian kelompok umur anak menurut Kementerian Kesehatan :

Epidemiologi

Fisiologi

Tanda Vital


  • gcs
  • hemoglobin :
    o anak 6 bulan - 6 tahun 11 g/dl
    o anak 6-14 tahun 12 g/dl
  • tinggi badan : anak-anak berusia dibawah 2 tahun diukur tingginya dengan cara dibaringkan.

Patofisiologi

  • anoreksia : letargi pada anak-anak.
  • letargi : dapat disertai demam, ruam kulit, diare parah dan sering muntah atau dehidrasi (mulut kering (xerostomia) dan menangis tanpa air mata) pada letargi anak-anak.
  • radang : radang telinga tengah anak kecil lebih mudah karena tuba eustachius anak kecil lebih pendek, lebih lebar dan lebih datar
  • sinus aritmia adalah gangguan irama nadi dimana frekuensi nadi menjadi cepat pada saat inspirasi dan melambat waktu ekspirasi. Jenis aritmia tersebut normal dan mudah dijumpai pada anak-anak. Jenis nadi tidak teratur lainnya adalah abnormal.
  • virus corona : infeksi (penyakit infeksi) biasanya terkait dengan faktor iklim dan pergerakan, perpindahan atau perjalanan populasi manusia; terutama menginfeksi orang dewasa atau anak usia lebih tua.

Tes Mantoux


tes mantouxGambar Tes Mantoux : [indikasi] tuberkulosis dengan gejala pada anak antara lain anoreksia, berat badan kurang, mudah sakit, malaise, reaksi cepat suntik vaksinasi BCG kurang 1 minggu, batuk berulang, benjolan di leher, demam, berkeringat di malam hari dan diare persisten.

Apendisitis Akut


apendisitis akutGambar Apendisitis Akut : kesulitan diagnosis kadang terjadi pada bayi, anak dan lansia karena gejala (terutama nyeri abdomen) yang tidak khas atau letak apendiks vermiformis yang terinfeksi; kesulitan diagnosis pada bayi, anak dan lansia menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan & diagnosis diketahui setelah terjadi komplikasi (terutama perforasi intestinal).
gejala penyakitGambar Gejala Penyakit : awalnya anak hanya sering rewel & tidak mau makan, sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya lalu beberapa jam kemudian akan timbul muntah-muntah, lemah dan letargik sehingga sering baru diketahui setelah perforasi intesintestinal; colok dubur tidak dianjurkan pada anak.
perforasi usus : mudah terjadi perforasi intestinal pada anak karena memiliki omentum lebih pendek, apendiks vermiformis lebih panjang, dinding apendiks vermiformis lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang.

Demam Berdarah Dengue


demam berdarah dengueGambar Demam Berdarah Dengue : penderita demam berdarah dengue setelah nyamuk aedes aegypti menggigit seseorang yang tidak memiliki kekebalan tubuh (umumnya anak-anak) terhadap virus dengue; biasanya kejang terjadi pada anak karena panas tinggi; prognosis lebih ringan pada anak.

Dermatitis Seboroik


dermatitis seboroikGambar Dermatitis Seboroik : [penatalaksanaan] berikan shampoo selenium sulfida 1,8 atau shampoo ketokonazol 2%, zink pirition (shampo anti ketombe) atau salep preparat ter (liquor carbonis detergens) 2-5% pada lesi di kulit kepala anak atau orang dewasa sebanyak 2-3 kali seminggu selama 5-15 menit per hari.
pilihan obat topikal berbeda pada bayi dengan anak dan orang dewasa; [komplikasi] lesi dermatitis seboroik dapat meluas menjadi eritroderma dan penyakit leiner pada bayi dan anak.

Diare


diareGambar Diare : bayi dan anak lebih kecil lebih mudah & lebih berbahaya jika mengalami dehidrasi dibandingkan anak lebih besar & dewasa; [penatalaksanaan] berikan 1 sachet larutan oralit setiap kali buang air besar encer; berikan 1 sachet larutan oralit setiap kali buang air besar encer.

Diare Dehidrasi Ringan Sedang


diare dehidrasi ringan sedangGambar Diare Dehidrasi Ringan Sedang : berikan cairan oralit 15-20 ml/kgbb/jam dalam waktu 3 jam pertama atau 75 ml/kgbb dalam 4 jam pertama atau sesuai dengan umur jika berat badan anak tidak diketahui selama pemantauan (observasi) di klinik atau rumah sakit; berikan tambahan cairan oralit jika anak menginginkannya.
muntahGambar Muntah : jika anak muntah maka tunggu selama 10 menit lalu beri larutan oralit lebih lambat (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit); beri minum lebih banyak jika anak ingin minum lebih banyak; jika kelopak mata anak bengkak maka hentikan pemberian oralit; beri minum air matang atau ASI.
dehidrasiGambar Dehidrasi : nilai kembali anak setelah 3 jam untuk memeriksa tanda dehidrasi yang terlihat sebelumnya; bila anak sama sekali tidak bisa minum oralit misalnya karena muntah profus maka segera berikan cairan intravena secepatnya meskipun belum terjadi diare dehidrasi berat; anak segera diberi makan dan minum setelah tercapai rehidrasi dan ASI tetap diteruskan.

Diare Dehidrasi Berat


diare dehidrasi beratGambar Diare Dehidrasi Berat : lakukan terapi rehidrasi berupa cairan infus (rehidrasi intravena) secara cepat (kecuali larutan glukosa 5% tunggal) dengan pengawasan ketat lalu berikan rehidrasi oral (oralit) segera setelah anak membaik; larutan glukosa 5% tunggal tidak efektif dan jangan digunakan untuk terapi rehidrasi pada diare dehidrasi berat pada anak.
dehidrasi berat yang menetap (persisten) setelah pemberian rehidrasi intravena jarang terjadi, ini biasanya terjadi hanya bila anak terus-menerus BAB cair selama dilakukan rehidrasi.
oralitGambar Oralit : hentikan infus dan berikan cairan oralit (sekitar 5 ml/kgBB/jam) selama 3-4 jam pada bayi atau 1-2 jam pada anak lebih besar jika kondisi anak membaik walaupun masih menunjukkan tanda dehidrasi ringan; semua anak harus mulai minum larutan oralit ketika anak bisa minum tanpa kesulitan untuk memberikan basa dan kalium yang mungkin tidak cukup disediakan melalui cairan infus.
larutan oralit dapat diberikan pada saat mempersiapkan infus jika anak bisa minum; nilai kembali anak setiap 15 - 30 menit hingga denyut nadi radial anak teraba; jika anak bisa menyusu dengan baik, semangati ibu untuk lebih sering memberikan ASI pada anaknya.

Kejang Demam


kejang demamGambar Kejang Demam : biasanya terjadi pada bayi usia 6 bulan hingga anak usia 5 tahun (2-4% kasus); hampir 1 dari 25 anak pernah mengalami kejang demam; jarang pada bayi usia dibawah 6 bulan atau anak usia diatas 3 tahun; jika anak memiliki riwayat kejang tanpa demam lalu mengalami kejang kembali dengan demam maka tidak termasuk diagnosis kejang demam.
bila bayi kurang 6 bulan atau anak lebih 5 tahun mengalami kejang yang didahului demam maka ada kemungkinan terjadi infeksi sistem saraf pusat atau epilepsi yang kebetulan bersama demam.

Tuberkulosis Paru


tuberkulosis paruGambar Tuberkulosis Paru : [penyebab] penularan lebih sering terjadi pada anggota keluarga (terutama anak) yang tinggal serumah dengan penderita TB paru; ditemukan 30% menderita TB paru melalui pemeriksaan darah/tes serologi dan 30-50% melalui uji tuberkulin positif pada anak yang kontak dan tinggal serumah dengan orang dewasa penderita TB paru.

Penyakit Lain


  • anemia : [diagnosis] nafsu makan menurun (anoreksia) terutama pada anak-anak dan bayi; [komplikasi] tumbuh kembang anak terhambat.
  • asma bronkial : [penyebab] semua usia namun biasanya pada anak-anak.
  • bell's palsy : infeksi virus, penyakit lyme dan sakit telinga pada anak-anak biasanya dikaitkan dengan bell's palsy.
  • covid-19 : jangan berikan aspirin pada anak-anak & obat batuk pada anak <4 tahun; lengkapi status imunisasi anak terutama vaksin terkait pneumonia (DPT, HiB, campak, PCV & influenza).
  • demam tifoid : dapat menyerang semua umur namun lebih sering pada anak-anak; dosis ciprofloxacin 2 x 500 mg selama 6-10 hari atau 2-3 minggu namun bukan untuk anak berusia <18 tahun.
  • diabetes melitus tipe 1
  • diare tanpa dehidrasi : secara klinis anak tampak baik; [penatalaksanaan] berikan cairan tambahan sebanyak yang anak mau.
  • distres pernapasan : biarkan anak yang masih sadar berada dipangkuan orang tuanya dalam posisi nyaman pada penatalaksanaan distres pernapasan.
  • HIV : [diagnosis] infeksi jamur yaitu kriptokokus ekstrapulmoner termasuk meningitis sebagai salah satu penyakit yang timbul pada HIV stadium 4 klinis bayi & anak.
  • kolera : suspek kolera jika anak umur di atas 2 tahun menderita diare dehidrasi berat dan berjangkitnya kolera di daerah tempat tinggal anak; [penatalaksanaan] berikan zinc segera setelah anak tidak muntah lagi.
  • penyakit infeksi virus : kebanyakan demam yang terjadi pada anak-anak karena infeksi virus.
  • sifilis : selain infeksi menular seksual, sifilis dapat menular melalui kontak langsung luka di kulit atau selaput lendir & penularan melalui ibu ke anak.
  • syok hipovolemik : pada anak usia kurang 6 tahun dapat diberikan terapi cairan rehidrasi intraosseous jika rehidrasi intravena sulit dilakukan.
  • TB paru anak : anak tampak lemas (malaise) dan kurang aktif.
  • varicella : anak usia 12-18 bulan biasanya diberikan vaksin varicella.
  • virus corona : terutama menginfeksi orang dewasa atau anak usia lebih tua.
  • xeroftalmia : gejala akan timbul lebih cepat pada anak yang menderita penyakit campak, diare, ISPA, dan penyakit infeksi lainnya.

Farmakologi

Obat Anak


allopurinolGambar Allopurinol : [indikasi] penggunaan pada anak khususnya saat mengalami keadaan maligna terutama leukemia dan kelainan enzim tertentu misalnya sindrom Lesch-Nyhan; [posologi] dosis anak-anak 10-20 mg/kgbb/hari atau 100-400 mg sehari; <6 tahun maksimal 150 mg per hari; 6-10 tahun dengan kanker maksimal 300 mg per hari.
cotrimoxazoleGambar Cotrimoxazole : 40 mg sulfametoxazol/kgbb & 8 mg trimetoprim/kgbb sehari dibagi dalam 2 dosis atau usia 1-3 tahun 2 x ½ tablet sehari, usia 3-5 tahun 2 x 1 tablet sehari atau usia 2-6 tahun 2 x 5 ml sirup sehari, usia 6-12 tahun 2 x 10 ml sirup sehari atau usia >12 tahun 2 x 1 sehari.
domperidonGambar Domperidon : tidak dianjurkan untuk pencegahan rutin muntah setelah operasi dan pemakaian pada anak-anak kecuali setelah kemoterapi kanker dan radioterapi; dosis mual & muntah pada anak ≤12 tahun atau <35 kg adalah 3 x 250 mcg sehari dengan dosis maksimal 750 mcg/kgBB sehari.
furosemideGambar Furosemide : tablet dimulai 2 mg/kgbb/hari & dapat diulang 6-8 jam kemudian tergantung respon yang timbul dengan menaikkannya 1 atau 2 mg/kgbb dari dosis awal hingga maksimal 6 mg/kgbb/hari; injeksi 1 mg/kgbb intramuskular atau intravena dibawah pengawasan dokter; dosis dapat ditingkatkan maksimum 6 mg/kgbb setelah kira-kira 2 jam.
paracetamolGambar Paracetamol : 3-4 x 10 mg/kgbb/hari; usia 1-3 tahun 3-4 x ¼ tablet per hari (60-120 mg/kali), 3-6 tahun 3-4 x 1/3 tablet (120-170 mg/kali), 6-12 tahun 3-4 x ½-1 tablet (170-300 mg/kali); 12-23 bulan 3-5 x 3,75 ml sirup (¾ sendok teh), 2-3 tahun 3-5 x 5 ml sirup (1 sendok teh), 4-5 tahun 3-5 x 7,5 ml sirup (1½ sendok teh), 6-8 tahun 3-5 x 10 ml sirup (2 sendok teh), 9-10 tahun 3-5 x 12,5 ml sirup (2½ sendok teh), 11-12 tahun 3-5 x 15 ml sirup (1 sendok makan); 10-24 bulan 4-5 x 1,2 ml drop, 2-3 tahun 4-5 x 1,6 ml drop.
  • albendazole : diatas 2 tahun 1 x 400 mg per hari.
  • ambroxol : usia <2 tahun 2 x 7,5 mg, 2-5 tahun 3 x 7,5 mg, 6-12 tahun 2-3 x 15 mg, >12 tahun 2-3 x 30 mg selama 2-3 hari pertama kemudian 3 x 15 mg per hari.
  • aminofilin : sampai 1 tahun 10-25 mg sehari, 1-5 tahun 25-50 mg sehari, 6-12 tahun 50-100 mg sehari.
  • amoxicillin : 30-50 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis atau 6-20 kg 40 mg/kgbb/hari, < 6 kg 25 mg/kgbb/hari.
  • ampicillin : sampai berat badan 20 kg dosis 50-100 mg/kgbb/hari yang dibagi dalam 3-4 dosis.
  • asiklovir : <2 tahun 5 x 100 mg/hari, >2 tahun 5 x 200 mg/hari; 4 x 20 mg/kgbb/hari maksimal 800 mg selama 5 hari untuk varicella dan herpes zoster.
  • bromhexine : 2-5 tahun 2 x 4 mg (½ tablet atau 5 ml) sehari, 5-10 tahun 3 x 4 mg (½ tablet atau 5 ml) sehari, diatas 10 tahun 3 x 8 mg (1 tablet atau 10 ml) sehari.
  • cefadroxil : 25-50 mg/kgbb/hari yang dibagi dalam 2 dosis.
  • cefotaxime : 50-100 mg/kgbb/hari yang dibagi dalam 2-4 dosis; infeksi yang mengancam jiwa bisa sampai 200 mg/kgbb/hari; bayi prematur tidak boleh lebih 50 mg/kgbb/hari.
  • deksametason : 0,01-0,04 mg/kgbb/hari dibagi dalam beberapa kali pemberian; insufisiensi adrenal 0,0233 mg/kgbb/hari.
  • dekstrometorfan : 4 x ½-1 tablet sehari atau 4 x ¼-½ takar sehari.
  • diazepam : 1-5 tahun 2 mg sehari dan 6-12 tahun 4 mg sehari.
  • diphenhydramine : 5 mg/kgbb/hari, dosis maksimum 300 mg/hari, dibagi dalam 4 kali pemberian.
  • efedrin : 2-5 tahun 2-3 mg/kgbb/hari terbagi 4-6 jam dan 6-12 tahun 6,25-12,5 mg setiap 4 jam.
  • epinephrine : 0,01 mg/kgbb intravena; dapat diulang setiap 3-5 menit (1:1000).
  • eritromisin : 20-40 mg/kgbb/hari yang dibagi dalam 3 dosis.
  • fenobarbital : sedatif usia >1 tahun 15-20 mg sekali atau 45-80 mg sehari; antikonvulsi usia 1-5 tahun 30 mg sekali atau 30-100 mg sehari, usia >5 tahun 100 mg sekali; sedatif hipnotik 3-6 mg/kgbb injeksi atau disesuaikan dengan kebutuhan penderita.
  • ferro sulfat : 1-2 x 1 tablet sehari.
  • gliseril guaiakolat : 3 x 50-100 mg sehari.
  • griseofulvin : 10 mg/kgbb/hari dalam dosis tunggal atau beberapa dosis terbagi; tinea corporis 10-20 mg/kgBB/hari dosis tunggal selama 2-6 minggu.
  • ibuprofen : 20 mg/kgbb/hari yang dibagi dalam beberapa pemberian; dibawah 30 kg maksimum 500 mg sehari.
  • isoniazid
  • kloramfenikol : 50 mg/kgbb/hari terbagi dalam 3-4 dosis.
  • metformin : metformin bersama terapi insulin pada pasien diabetes melitus tipe 1 usia remaja dan anak > 10 tahun; sebagai terapi tambahan yang simptomnya sulit dikontrol.
  • metoclopramide : 5-14 tahun 3 x ¼-½ tablet sehari atau sirop ½-1 sendok teh sehari.
  • metronidazole : amubiasis 35-50 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari; trichomoniasis 15 mg/kgbb/hari dalam dosis terbagi 3 selama 7-10 hari; giardiasis 3 x 5 mg/kgbb/hari selama 5-7 hari.
  • obat anti tuberkulosis : jenis dan dosis obat TB disesuaikan dengan organ yang terinfeksi, usia (anak) & kondisi pasien (ibu hamil); dosis obat anti tuberkulosis untuk anak-anak disesuaikan dengan berat badan.
  • oralit : 1-5 tahun 3 jam pertama 3 gelas (600 ml) dan tiap mencret 1 gelas (200 ml); 5-12 tahun 3 jam pertama 6 gelas (1.200 ml) dan tiap mencret 1½ gelas (300 ml).
  • pirantel pamoat : 1 x 10 mg/kgbb (maksimal 1 gr); usia 2-6 tahun 1-2 (125-250 mg) tablet, usia 6-12 tahun 2-3 (250-375 mg) tablet; eradikasi askariasis 2,5 mg/kgbb.
  • salbutamol : usia 2-6 tahun 3-4 x 1-2 mg atau 3-4 x 2,5-5 ml dan usia 6-12 tahun 3-4 x 2 mg atau 3-4 x 5 ml sehari; < 2 tahun hati-hati karena keamanan belum pasti.
  • simetidin : 20-40 mg/kgbb/hari dalam dosis terbagi.
  • teofilin : 10-15 mg/kgbb/hari.
  • tetrasiklin : usia 8 tahun keatas 25-50 mg/kgbb/hari dalam 4 dosis terbagi.
  • allopurinol : belum jelas keamanan pada anak.
  • antihemoroid : kontraindikasi pada anak-anak.
  • prednison : hati-hati pemberian pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan.

Kesehatan

  • cuci tangan : setelah menceboki anak, setelah buang air besar & buang air kecil dan sebelum makan & menyuapi anak.
asma bronkialGambar Asma Bronkial : [pencegahan] [pencegahan primer] hindari pajanan asap rokok dan polutan lain selama kehamilan dan masa perkembangan bayi atau anak; [pencegahan sekunder] untuk mencegah inflamasi pada anak yang telah tersensitisasi; [pencegahan tersier] untuk mencegah manifestasi asma pada anak yang telah menunjukkan manifestasi penyakit.

Penyakit

Referensi

  1. dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM. Batasan Usia Anak dan Pembagian Kelompok Umur Anak. 2017. www.infodokterku.com. Akses 12 Maret 2018.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  3. Abdul Latief, dr., Sp.A (K), Antonius H. Pudjiadi, dr. Sp.A (K), Christoffel DPL Tobing, dr. Sp.OG, KFM, dkk. 2006. Kegawatdaruratan Anak dalam Seri PPDG : Penanggulangan Penderita Gawat Darurat / General Emergency Life Support (GELS), Materi Teknis Medis Khusus. Cetakan Ketiga. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Hal. 4.

ARTIKEL TERBARU


Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 25/11/22