Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Apendisitis Akut

Edisi 0.1
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Apendisitis akut adalah radang akut pada appendiks vermiformis karena infeksi bakteri bermanifestasi klinis terutama demam, nyeri perut bawah bagian kanan & leukositosis dan dapat menyebabkan peritonitis & perforasi usus.

Sinonim : appendicitis acute, penyakit usus buntu, radang usus buntu | Kompetensi : ? | Laporan Penyakit : ? | ICD X : K.35.9

Gambar Apendisitis Akut

Apendisitis Akut



Penjelasan

Apendisitis akut bermanifestasi klinis terutama nyeri perut kanan bawah yang bertambah hebat dan menetap; nyeri perut kanan bawah merupakan nyeri alih dari nyeri tumpul sekitar pusar sebagai gejala awal khas dari apendisitis akut.

Jenis

Berdasarkan Stadium


  • apendisitis simple
  • apendisitis purulenta / supuratif
  • apendisitis gangrenosa
  • apendisitis perforasi

Berdasarkan Posisi


  • apendisitis retrosekal
  • apendisitis pelvika

Patofisiologi

infiltrat apendikularis merupakan tahap patologi apendisitis, dimulai dari selaput lendirGambar Selaput Lendir lalu melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks vermiformis dalam 24-48 jam pertama; untuk membatasi proses radang sebagai usaha pertahanan tubuh maka apendiks vermiformis dapat tertutup oleh omentum, usus halus atau adneksa sehingga terbentuk massa periapendikular.
massa periapendikular mengandung nekrosisGambar Nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi dan gangren biasanya terjadi dalam 24-36 jam; jika tidak terbentuk abses maka apendisitis akut akan sembuh dan massa periapendikular menjadi tenang lalu terurai secara lambat.
usia anakGambar Anak mudah terjadi perforasi karena omentum lebih pendek, apendiks vermiformis lebih panjang, dinding apendiks vermiformis lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang sedangkan orang tua mudah terjadi perforasi karena telah ada gangguan pembuluh darah.
apendiks vermiformisGambar Apendiks Vermiformis yang pernah meradang tidak akan sembuh sempurna tetapi akan membentuk jaringan parut yang melengket pada jaringan sekitarnya sehingga dapat menimbulkan keluhan berulang di perut bawah bagian kanan dimana pada suatu ketika organ ini dapat mengalami radang akut lagi (disebut eksaserbasi akut).
bila sekresiGambar Sekresi mukus berlanjut maka tekanan akan terus meningkat lalu menyebabkan obstruksi vena, edema bertambah dan bakteri akan menembus dinding kemudian peradangan timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat sehingga menimbulkan nyeri abdomen bawah bagian kanan (disebut apendisitis akut supuratif).
bila arteriGambar Arteri terganggu maka terjadi infark dinding apendiks vermiformis kemudian terbentuk gangren (disebut apendisitis gangrenosa); bila dinding yang telah rapuh itu pecah maka terjadi apendisitis perforasi; bila semua proses diatas berjalan lambat maka omentum & usus yang berdekatan bergerak ke arah apendiks vermiformis hingga timbul suatu massa lokal (disebut infiltrate apendikularis); peradangan apendiks vermiformis tersebut dapat menjadi abses atau menghilang.
bila letak apendiks vermiformis retrosekal (diantara sekum dan otot psoas) diluar rongga perutGambar Perut sehingga terlindungi sekum maka nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada rangsangan peritoneal tetapi nyeri perut lebih ke sisi lateral pinggang atau timbul saat berjalan karena kontraksi otot psoas mayor yang menegang dari dorsal.
bila letak apendiks vermiformis di rongga pelvis maka dapat menimbulkan gejala & tanda penyakitGambar Tanda Penyakit rangsangan sigmoid atau rektum sehingga peristaltik meningkat, pengosongan rektum lebih cepat dan berulang-ulang; jika apendiks vermiformis menempel ke kandung kemih maka frekuensi kencing meningkat karena rangsangan dindingnya.
kadang diagnosisGambar Diagnosis agak sulit sehingga telat penatalaksanaan & terjadi komplikasi; gejala pada anak tidak khas dimana awalnya hanya sering rewel & tidak mau makan, sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya lalu dalam beberapa jam kemudian akan timbul muntah-muntah, lemah & letargik sehingga sering baru diketahui setelah perforasi (80-90% kasus pada bayi).
gejalaGambar Gejala pada lansia juga sering samar-samar sehingga lebih dari separuh baru dapat didiagnosis setelah perforasi; keluhan utama apendisitis akut pada kehamilan adalah nyeri perut, mual & muntah sedangkan kehamilan trimester pertama mual & muntah; sekum & apendiks vermiformis terdorong ke kraniolateral pada kehamilan lanjut sehingga keluhan tidak dirasakan di perut bawah bagian kanan tetapi lebih ke abdomen regio lumbal kanan.
  • dapat ditemukan hematuria dan proteinuria pada urinalisis karena iritasi pada ureter akibat apendiks vermiformis terletak secara retrosekal.
  • manifestasi klinis bisa sangat sedikit ditemukan karena apendiks vermiformis terletak di pelvis sehingga harus dilakukan pemeriksaan rektal.

Diagnosis

  • anamnesis
  • pemeriksaan fisik :
    o inspeksi
    o palpasi
    o rectal touche
  • pemeriksaan laboratorium :
    o pemeriksaan darah : pemeriksaan darah lengkap
    o pemeriksaan urin (urinalisis) : pemeriksaan urin lengkap, pemeriksaan sedimen urin
  • alvarado score :
    o skor 1-4 : sangat mungkin bukan apendisitis akut
    o skor 5-7 : sangat mungkin apendisitis akut
    o skor 8-10 : pasti apendisitis akut
  • pemeriksaan penunjang lain :
    o appendicogram (foto barium usus buntu)
    o USG abdomen
    o CT scan

Anamnesis


gejala awal khas adalah nyeri tumpulGambar Nyeri Tumpul yang samar-samar dirasakan pertama kali di sekitar pusar atau ulu hati lalu nyeri perut beralih beberapa jam sampai 24 jam kemudian menjadi nyeri tajam di area fossa iliaka kanan yang bertambah hebat, menetap dan diperburuk oleh gerakan seperti batuk & berjalan.

Pemeriksaan Fisik


inspeksi : tidak ditemukan gambaran spesifik pada inspeksi perutGambar Perut; perut kembung sering terlihat pada apendisitis akut dengan komplikasi perforasi; appendisitis infiltrat atau adanya abses apendikuler terlihat dengan adanya penonjolan di perut bawah bagian kanan.
palpasi : nyeriGambar Nyeri tekan pada regio iliaka kanan (McBurney sign) & bisa disertai nyeri lepas (blumberg sign); defans muskular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietale; nyeri abdomen bawah kanan pada penekanan perut kiri bawah (rovsing sign); pada apendisitis retrosekal atau retroileal diperlukan palpasi dalam untuk menentukan adanya rasa nyeri.
jika sudah terbentuk absesGambar Abses yaitu bila ada omentum atau usus lain yang dengan cepat membendung daerah apendiks vermiformis maka terasa nyeri selama 3-4 hari (untuk pembentukan abses) pada fossa iliaka kanan dan teraba massa yang fixed dengan nyeri tekan & tepi atas massa dapat diraba pada palpasi.
McBurney signGambar McBurney Sign : jika letak apendiks vermiformis didepan ileum terminal dan dekat dinding abdominal maka nyeri abdomen bawah bagian kanan sangat jelas; jika letaknya dibelakang ileum terminal maka diagnosis sangat sulit, tanda-tanda menjadi samar dan nyeri terletak tinggi di abdomen; defans muskular lokal (tanda adanya rangsangan peritoneum parietal).
rectal toucheGambar Rectal Touche : tidak dianjurkan pada anak; nyeri abdomen bawah bagian kanan dan bengkak pada jam 9-12; pemeriksaan rektal harus dilakukan jika manifestasi klinis sangat sedikit; jika letak apendiks vermiformis intrapelvinal maka massa hangat dapat diraba pada rectal touche; nyeri terbatas pada apendisitis pelvika.
  • rovsing sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah saat dilakukan palpasi dengan tekanan pada kuadran kiri bawah.
  • obturator sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada hipogastrium atau vagina saat dilakukan fleksi dan rotasi internal (endorotasi) pada sendi panggul.
  • psoas sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah saat dilakukan ekstensi panggul kanan pada posisi pasien dibaringkan sisi kiri.
  • dunphy sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada testis kanan bawah saat penderita batuk.
  • ten horn sign : positif (+) jika merasakan nyeri saat dilakukan traksi lembut pada korda spermatika kanan.
  • kocher sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah yang berpindah dari nyeri epigastrium atau nyeri sekitar pusat.
  • sitkovsky sign : positif (+) jika merasakan tambah nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah saat saat pasien dibaringkan pada sisi kiri.
  • bartomier michelson sign : positif (+) jika merasakan tambah nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah saat saat pasien dibaringkan pada sisi kiri dibandingkan dengan posisi terlentang.
  • aure rozanova sign : positif (+) jika merasakan tambah nyeri dengan jari pada petit triangle kanan.
  • blumberg sign : positif (+) jika merasakan nyeri pada abdomen kuadran kanan bawah saat palpasi dilepaskan tiba-tiba (nyeri lepas).
  • hiperestesia kutaneus : pada daerah yang dipersarafi oleh saraf spinal kanan T10, T11 dan T12.

Pemeriksaan Laboratorium


leukositosisGambar Leukositosis : pada pemeriksaan darah lengkap didapatkan leukositosis ringan umumnya pada apendisitis sederhana dan lebih dari 13.000/mm3 umumnya pada apendisitis perforasi; tidak adanya leukositosis tidak menyingkirkan apendisitis; hitung jenis leukosit terdapat pergeseran ke kiri.
Pemeriksaan urinGambar Urin lengkap dan pemeriksaan sedimen urin untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan saluran kemih. Pada pemeriksaan urin, sedimen dapat normal atau terdapat leukosit dan eritrosit lebih dari normal bila apendiks vermiformis yang meradang menempel pada ureter atau vesika urinaria.

Ultrasonografi (USG) Abdomen


  • memiliki sensitivitas 80% dan spesifitas 100%.
  • indikasi USG abdomen :
    o tanda-tanda klinis tidak jelas
    o alvarado score 5-7
    o diameter apendiks vermiformis berukuran lebih dari 6 mm
  • gambaran sosis sign

Penatalaksanaan

  • open appendectomy : jika alvarado score 8-10 maka pasti apendisitis akut sehingga dilakukan appendectomy.
    o Gridiron insisi
    o Rocky-Davis insisi
  • antibiotik

Antibiotik


  • apendisitis gangrenosa/perforata
  • pre operatif : menggunakan antibiotik spektrum luas intravena untuk mengurangi infeksi pasca bedah.
  • post operatif : diteruskan selama 24 jam bila tanpa komplikasi, diteruskan 5-7 hari jika terjadi apendisitis ruptur/dengan abses, diteruskan sampai 7-10 hari bilamana terjadi apendisitis ruptur dengan peritonitis difus.

Komplikasi

Prognosis

  • prognosis baik jika apendiktomi dilakukan sebelum perforasi usus.
  • masih dapat terinfeksi pada 30% kasus apendiks perforasi/gangrenosa setelah operasi.
  • serangan berulang dapat terjadi bila apendiks tidak diangkat.

Pencegahan

Diagnosis Banding

UKDI

  • soal nomor 2

Referensi

  1. RSUD Mangusada. Acute Appendicitis. RSUD Mangusada Badung Bali. rsudmangusada.badungkab.go.id. Akses 7 Juli 2020.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 23/12/20