Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Hiperemesis Gravidarum

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Hiperemesis gravidarum adalah penyakit kehamilan berupa mual dan muntah yang berlebihan dan sepanjang hari pada usia kehamilan diatas 14 minggu sampai 22 minggu karena penyebab pasti yang belum diketahui dan dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan (5% atau lebih), gangguan elektrolit atau ketonuria sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat mengganggu pertumbuhan janin didalam kandungan.

Sinonim :

Gambar Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum


loading...

Penjelasan

  1. sekitar 1% kehamilan mengalami hiperemesis gravidarum
  2. mual dan muntah merupakan reaksi fisiologi kehamilan karena pengaruh hormon kehamilan seperti progesteron dan hCG
  3. gejala bisa muncul sepanjang hari
  4. mual dan muntah dapat berlangsung pada usia kehamilan dibawah 14 minggu hingga kelahiran
  5. mual dapat terjadi hingga 50 kali dalam sehari
  6. muntah dapat menghebat dimana setiap makan atau minum akan dimuntahkan kembali
  7. setiap 1 liter cairan lambung yang dimuntahkan mengandung 40 meq kalium

Penyebab

Faktor etiologi hiperemesis gravidarum belum diketahui.
Faktor risiko hiperemesis gravidarum :
Faktor risiko hiperemesis gravidarum lainnya :
  • perubahan saluran cerna : saluran cerna terdesak selama kehamilan karena memberikan ruang untuk perkembangan janin sehingga terjadi refluks asam lambung ke tenggorokan dan lebih lambatnya penyerapan makanan oleh lambung sehingga menyebabkan mual dan muntah
  • diet tinggi lemak : penambahan setiap 15 gram lemak jenuh akan meningkatkan risiko hiperemesis gravidarum sebanyak 5 kali dalam sehari
  • helicobacter pylori : 90% kasus kehamilan dengan hiperemesis gravidarum juga terinfeksi dengan bakteri ini dan dapat menyebabkan luka pada lambung
  • riwayat hiperemesis gravidarum : pernah mengalami hiperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya atau pernah diderita oleh keluarga dekat seperti ibu atau saudara kandung
  • mengandung anak perempuan atau anak kembar
  • menderita mola hidatidosa
Hiperemesis gravidarum dapat berupa salah satu gejala dari :

Jenis

  • hiperemesis gravidarum tingkat 1 (ringan)
  • hiperemesis gravidarum tingkat 2 (sedang)
  • hiperemesis gravidarum tingkat 3 (berat)

Diagnosis

Diagnosis hiperemesis gravidarum :
  • anamnesis
  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan laboratorium
  • pemeriksaan USG : menilai dan memastikan kehamilan
Secara klinis, tergantung tingkatan hiperemesis gravidarum :

1. Hiperemesis gravidarum tingkat 1 :
  • muntah terus menerus sebanyak lebih dari 3-4 kali sehari yang menyebabkan intoleransi makanan atau minuman selama 24 jam sehingga ibu menjadi lemah
  • muntah pertama akan mengeluarkan makanan, lendir dan sedikit cairan empedu kemudian hanya mengeluarkan lendir, cairan empedu dan terakhir darah
  • anoreksia
  • berat badan turun seberat 2-3 kg dalam 1-2 minggu
  • nyeri epigastrium (nyeri ulu hati)
  • tekanan darah sistolik menurun
  • nadi meningkat sampai 100 kali per menit
  • tekanan (turgor) kulit menurun
  • lidah kering
  • mata cekung
2. Hiperemesis gravidarum tingkat 2 :
  • gejala lebih berat
  • semua yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan sehingga sangat haus
  • penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya (apatis)
  • nadi kecil dan cepat
  • lidah kering dan lidah kotor
  • suhu kadang-kadang naik dan subfebris
  • kadang mata sedikit kuning (ikterus)
  • berat badan cepat menurun
  • kulit pucat
  • mata menjadi cekung
  • tekanan darah sistolik menurun kurang dari 80 mmHg
  • nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit
  • pengentalan darah
  • urin berkurang (oliguria)
  • sulit BAB
  • napas dapat tercium bau aseton
  • bilirubin ada
3. Hiperemesis gravidarum tingkat 3 :
  • keadaan umum lebih parah
  • muntah berhenti
  • kesadaran menurun dari delirium sampai koma
  • suhu meningkat
  • muntah berkurang atau berhenti
  • ikterus
  • sianosis
  • nistagmus
  • gangguan jantung
  • tekanan darah turun
  • pada jabang bayi dapat terjadi ensefalopati Wernicke dengan gejala : nistagmus, penglihatan ganda (diplopia) dan perubahan mental; keadaan ini akibat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks; jika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati
  • bilirubin ada
  • proteinuria
Pemeriksaan penunjang :
  • urinalisa lengkap
  • keton urin (air seni)
  • gula darah
  • elektrolit darah
  • fungsi hati
  • fungsi ginjal
  • USG
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum :
  • gejala : amenore yang disertai mual dan muntah hebat dan berkepanjangan sehingga semua yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan, haus, pusing, sakit kepala, jantung berdebar, sulit menelan makanan atau minuman, mengeluarkan air liur secara berlebihan, sangat sensitif terhadap aroma
  • fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit, tekanan darah menurun pada keadaan berat, subfebril dan kesadaran menurun (mulai apatis hingga koma)
  • pemeriksaan fisik : kulit pucat, ikterus, sianosis, berat badan menurun, porsio lunak pada vaginal touche, uterus besar sesuai usia gestasi
  • pemeriksaan laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit, shift to the left, benda keton dan proteinuria

Penatalaksanaan

Penanganan hiperemesis gravidarum harus dilakukan sedini mungkin agar hasilnya efektif sehingga dianjurkan segera menemui dokter atau ke rumah sakit bila mengalami mual atau muntah yang berkepanjangan.
1. Diet :
  • diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III : makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan; cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya; makanan ini kurang dalam berbagai zat gizi kecuali vitamin C sehingga hanya diberikan selama beberapa hari
  • diet hiperemesis II : diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang; secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi; minuman tidak diberikan bersama makanan; makanan ini rendah dalam semua zat gizi kecuali vitamin A dan vitamin D
  • diet hiperemesis III : diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan; menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan; makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium
2. Pada keadaan berat :
  • hentikan makan atau minum per oral sementara (24-48 jam)
  • infus dekstrosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1, 40 tetes per menit
  • obat
  • pertimbangkan untuk dirujuk ke rumah sakit
3. Obat :
  • obat steroid
  • vitamin B6 dan vitamin B12
  • antiemetik : prometazin 2-3 kali 25 mg per hari atau klorpromazin 3 kali 3 mg per hari
Penanganan hiperemesis gravidarum lainnya :
  • menyarankan ibu hamil untuk mengubah pola makan menjadi lebih sering dengan porsi kecil
  • menganjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dan teh hangat dan menghindari makanan berminyak serta berbau lemak
  • perawatan di rumah sakit bila keadaan semakin memburuk
  • jika dirawat di RS, berikan rehidrasi parenteral glukosa 5% dalam NaCl sebanyak 2-3 liter/24 jam
  • cairan infus yang cukup elektrolit, karbohidrat, protein dan bila perlu ditambahkan vitamin B kompleks, vitamin C dan kalium
  • vitamin B intravena : vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin B6 masing-masing 50-100 mg/hari/infus dan vitamin B12 200 mcg/hr/infus
  • penenang minor : fenobarbital 30 mg intramuskular 2-3 kali per hari atau klorpromazin 25-50 mg per hari atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari intramuskular
  • antasida 3x1 tab per hari per oral jika ada keluhan gastritis dan kontrol asam lambung
  • terapi psikologis apabila penanganan dengan pemberian obat dan nutrisi yang adekuat tidak memberikan respon
  • jika kesadaran baik pasien tidak perlu dipuasakan
Pemberian infus berguna untuk menjaga asupan cairan yang dibutuhkan pasien agar terhindar dari dehidrasi.
Tips pendukung untuk meringankan gejala hiperemesis gravidarum :
  • hindari diri dari aroma pemicu mual
  • banyak istirahat dan kurangi gerak
  • minum air jahe atau air soda saat merasa mual
  • konsumsi kudapan kering seperti biskuit secara berkala

Komplikasi

Komplikasi fisik :
  • kehilangan berat badan
  • dehidrasi
  • konstipasi
  • ketosis yang toksik dalam darah
  • hipotensi
  • trombosis vena dalam
  • pingsan
  • bayi berat lahir rendah (BBLR)
Komplikasi lain :
  • menurunnya kualitas hidup penderita karena gangguan aktivitas sehari-hari seperti kehidupan keluarga, sosial dan pekerjaan
  • masalah psikologis seperti stres, bingung, cemas dan putus asa

Pencegahan

  • wanita yang mulai mengkonsumsi vitamin sejak kehamilan dini dapat menurunkan risiko hiperemesis gravidarum
  • satu kali gejala hiperemesis gravidarum muncul maka perlu penatalaksanaan sejak dini agar tidak terjadi perburukan

Prognosis

  • dengan penanganan yang baik, keluhan akan berkurang namun penyakit akan kambuh jika proses menyapih tidak berjalan dengan baik

Diagnosis Banding

  • morning sickness : biasanya hanya berlangsung dalam 14 minggu pertama masa kehamilan; umumnya mual dan muntah terjadi di pagi hari; frekuensi dan gejala jauh lebih ringan

    Hiperemesis gravidarum : dapat terus berlangsung lebih dari 14 minggu masa kehamilan sampai bayi lahir; gejala bisa muncul sepanjang hari dan gejala lebih berat

  • mola hidatidosa
  • gangguan lambung
  • gangguan hati
  • penyakit usus buntu

Referensi

  1. dr. Frizar Irmansyah SpOG(K). Hiperemesis Gravidarum.
  2. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 95-96.
  3. Prof. Dr. dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG, KFER; dr. Laila Nuranna, SpOG, Konk; dr. Noroyono Wibowo, SpOG, KFM; dr. Sigit Purbadi, SpOG, Konk (Editor). 2006. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Jakarta. Hal. 21-22.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 3/02/20