Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Primary Survey

Edisi 0.1
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Primary survey adalah penilaian prioritas pertolongan pertama berupa deteksi, penilaian cepat dan koreksi segera terhadap kondisi korban yang mengancam jiwa.

Sinonim :

Gambar Primary Survey

Primary Survey


loading...

Penjelasan

  1. penilaian prioritas pertolongan pertama pada primary survey sedangkan kedua pada secondary survey
  2. deteksi yaitu memeriksa korban dengan melihat (look), mendengar (listen) dan meraba (feel) fungsi jalan nafas, fungsi pernafasan, fungsi sirkulasi dan fungsi otak & kesadaran
  3. penilaian cepat yaitu menyimpulkan kondisi jalan nafas, pernafasan, sirkulasi dan otak & kesadaran
  4. koreksi segera yaitu melakukan pertolongan penyelamatan (resusitasi & stabilisasi) kepada korban secepatnya setelah melakukan penilaian cepat
  5. selain melakukan primary survey terhadap kondisi korban yang mengancam jiwa, juga harus senantiasa waspada terhadap keadaan yang dapat mengancam jiwa penolong dan selalu patuhi universal precaution

Cara Pelaksanaan

Cara pelaksanaan dengan memeriksa, menyimpulkan dan menangani fungsi jalan nafas (airway), fungsi pernafasan, fungsi sirkulasi dan fungsi otak & kesadaran. Memeriksa korban dengan melihat (look), mendengar (listen) dan meraba (feel).
Fungsi jalan nafas :
  • simpulkan kondisi jalan nafas
  • lakukan koreksi (manajemen airway)Gambar Manajemen Airway : 1. buka jalan nafas, yakinkan adekuat, pertahankan 2. secara manual (head tilt, chin lift, jaw thrust (hati-hati pada korban trauma) 3. gunakan alat penunjang jalan nafas
Fungsi pernafasan :
  • simpulkan kondisi pernafasan
  • apakah pertukaran oksigenGambar Oksigen (hawa nafas) secara adekuat ? : 1. ada / tidak ada pernafasan 2. frekuensi pernafasan 3. keteraturan pernafasan 4. besar / kecil, kualitas pernafasan 5. simetris / asimetris, pola pernafasan 6. pernafasan dada / perut, fase pernafasan 7. ada / tidak ada tanda distress pernafasan (gerak cuping hidung, tegangnya otot bantu nafas, tarikan otot antar iga / supra jugulum ?)
Lakukan koreksi :
  • yakin jalan nafas terbuka
  • oksigenasi : ventilasi, nafas spontan / dibantu / dikendalikan
  • gunakan alat yang sesuai
Fungsi sirkulasi :
  • simpulkan kondisi sirkulasi
  • apakah oksigenasi di tingkat jaringan adekuat ? : 1. ada / tidak ada sirkulasi, raba denyut radialis - cubit - femoralis - karotis 2. hitung frekuensi denyut 3. keteraturan denyut 4. besar volume denyut 5. kekuatan angkat denyut 6. menghasilkan perfusi perifer : hangat, kering, merah 7. waktu pengisian ulang kapiler pendek ≤ 2 detik
  • periksa tanda cedera kepala, dada, perut, tulang belakang dan tulang panjang ≤ timbunan darah / udara internal (?)
  • periksa tanda perdarahan eksternal
Lakukan koreksi :
  • yakin jalan nafas terbuka
  • oksigenasi sudah diberikan
  • posisi shock
  • pasang infus - ambil contoh darah
  • bebat tekan
  • guyur cairan infus
Fungsi otak dan kesadaran :
  • simpulkan kondisi otak dan kesadaran
  • sadar / koma, pedoman AVPU
  • pedoman GCS - pada cedera kepala
Lakukan koreksi :
  • yakin jalan nafas terbuka
  • oksigenasi sudah diberikan
  • atasi hipoksia, hiperkarbia, shock
  • posisi pasien slide head up - pada cedera kepala
  • stabilisasi leher dan tulang belakang

Referensi

  1. Prof. DR. dr. Eddy Rahardjo, Sp.An. KIC. dkk. 2014. Seri PPDG : Penanggulangan Penderita Gawat Darurat General Emergency Life Support (GELS), Materi Teknis Medis Standar A-B-C-D-E. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Hal. 8-9.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 3/02/20