Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Luka Bakar

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Luka bakar adalah jenis luka dengan permukaan luka yang lebar, bentuk tidak beraturan, kulit berwarna kehitaman dan biasanya disertai bula karena trauma fisik oleh zat bersifat membakar.

Sinonim : combustio, vulnus combustion | Kompetensi 3B | Laporan Penyakit 1901 | ICD X R.12

Gambar Luka Bakar

Luka Bakar


loading...

Penjelasan

Luka bakar karena trauma fisik oleh zat bersifat membakar seperti panas / thermis (trauma panas), radiasi, bahan kimia atau arus listrik /elektrik (trauma listrik).
Luka bakar adalah jenis luka yang bukan penyakit menular.

Jenis

  • luka bakar ringan
  • luka bakar berat
Pembagian lain
  • luka bakar derajat I
  • luka bakar derajat II
  • luka bakar derajat III
Pembagian lain
  • luka bakar kimia
  • luka bakar listrik
Luka bakar ringan :
  • 85% kasus luka bakar
  • tidak perlu dirawat di rumah sakit

Patofisiologi

Diagnosis

  • permukaan luka lebar dan bentuk luka tidak beraturan.
  • warna kulit menghitam.
  • biasanya disertai bula.
  • gelembung eksudat.

Penatalaksanaan

prioritas pertolonganGambar Prioritas Pertolongan : combustio tingkat II atau III > 25% menjadi salah satu prioritas pertolongan pertama dengan labelisasi warna merah, combustio tingkat II atau III 20-25% menjadi salah satu prioritas pertolongan kedua dengan labelisasi warna kuning dan combustio tingkat II < 20% (kecuali area muka dan tangan) menjadi salah satu prioritas pertolongan ketiga dengan labelisasi warna hijau.
Penderita langsung dirujuk bila :
  • luka bakar mengenai wajah, tangan, alat kelamin atau kaki.
  • terkena arus listrik atau sambaran petir.
  • mengalami kesulitan dalam merawat luka secara baik dan benar di rumah.
  • penderita berumur dibawah 2 tahun atau diatas 70 tahun.
  • luka bakar pada organ dalam.
Luka bakar ringan :
  • harus segera dicelupkan ke dalam air dingin.
  • luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin.
  • dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat.
  • jika kotoran sukar dibersihkan maka daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat.
  • lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang.
  • jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin).
  • biasanya dipasang verban untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut.
  • sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka karena jika epidermis mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar.
  • berikan obat antibiotik jika diperlukan untuk mencegah infeksi.
  • lengan atau tungkai yang mengalami luka bakar biasanya diletakkan atau digantung dalam posisi lebih tinggi daripada jantung untuk mengurangi pembengkakan.
  • pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian.
  • perlu diberikan obat analgetik selama beberapa hari.
  • pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi penderita.
  • yodium povidon
  • vitamin C
Luka bakar berat :
  • luka bakar yang lebih berat dan membahayakan nyawa penderitanya harus segera ditangani dan sebaiknya dirawat di rumah sakit

Komplikasi

  • septikemia : karena penyebaran banyak kuman yang masuk ke dalam sirkulasi darah melalui saluran limfe yang tetap terbuka (tidak tersumbat) akibat tidak terjadinya koagulasi eksudat karena tidak terbentuknya tromboplastin oleh jaringan yang terbakar

Referensi

  1. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 144-146.
  2. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.
  3. Febrina Calysta Kirei. 2017. Apa yang Dimaksud dengan Jenis Luka (Vulnus) ? www.dictio.id. Akses 7 Desember 2019.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 5/01/20