Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Antibiotik

Edisi 0.4
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Antibiotik adalah jenis obat untuk menghambat pertumbuhan dan membunuh berbagai makhluk hidup baik yang mikro maupun makro sehingga dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit infeksi.
Sinonim : antibiotika, obat antibiotik

Gambar Antibiotik

Antibiotik (elaph.com)



Penjelasan

Antibiotik untuk menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) dan membunuh (bakterisid) makhluk hidup mikro disebut antimikroba seperti antiamuba, antibakteri dan antifungi.
Antibiotik dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit infeksi seperti penyakit infeksi parasit, penyakit infeksi bakteri dan penyakit infeksi jamur.

Komposisi

Sediaan


  • krim

Jenis

Berdasarkan Agen Penyebab


Berdasarkan Spektrum


  • antibiotik spektrum luas (broad spectrum)

Berdasarkan Efek


Berdasarkan Cara Pemberian


Contoh

Indikasi

infeksi sekunder dari

Bukan Indikasi


  • abses : antibiotik dalam darah sulit masuk ke dalam abses

Patofisiologi

apendisitis akutGambar Apendisitis Akut : apendisitis gangrenosa/perforata; gunakan antibiotik spektrum luas intravena pre operatif untuk mengurangi infeksi pasca bedah; pemberian antibiotik post operatif diteruskan selama 24 jam bila tanpa komplikasi, diteruskan 5-7 hari jika terjadi apendisitis ruptur/dengan abses, diteruskan sampai 7-10 hari bilamana terjadi apendisitis ruptur dengan peritonitis difus.
bronkitisGambar Bronkitis : [penatalaksanaan] berikan short acting beta agonists (SABA) inhalasi dan antibiotik bila batuk menetap lebih 30 hari, tidak respon terhadap pengobatan dan sputum menjadi purulen; berikan antibiotik pada bronkitis karena infeksi bakteri dengan dahak purulen (berwarna kuning atau hijau), demam tetap tinggi dan kepada penderita dengan riwayat penyakit infeksi paru-paru.
diareGambar Diare : antibiotik tidak diberikan secara rutin; biasanya dianjurkan jika penyebabnya telah dipastikan sebagai bakteri, gejala diare sangat parah atau memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan rentan terhadap infeksi; pemberian yang tidak tepat akan memperpanjang diare karena disregulasi mikroflora usus.
  • BAB berdarah : pemberian antibiotik setelah BAB berdarah teratasi.
  • bell's palsy : [penatalaksanaan] antibiotik okular dan tetes air mata buatan untuk mencegah dan mengatasi iritasi, infeksi dan ulserasi kornea pada mata yang tidak dapat tertutup rapat.
  • demam tifoid : kultur darah dapat negatif pada pemberian antibiotik.
  • dermatitis stasis : berikan antibiotik sistemik bila ada infeksi sekunder .
  • difteri : antibiotik seperti benzathine penicillin, azithromycin atau erythromycin sebagai terapi profilaksis pada kasus kontak dan karier difteri.
  • herpes zoster : untuk mencegah infeksi sekunder atau bila ada infeksi sekunder misalnya kulit menjadi bernanah atau terkelupas.
  • jerawat : antibiotik topikal & tablet antibiotik.
  • luka : antibiotik sebagai faktor lokal yang mempengaruhi penyembuhan luka.
  • luka bakar : jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin); berikan obat antibiotik jika diperlukan untuk mencegah infeksi.
  • pneumonia : [penatalaksanaan] perawatan lain seperti makan dengan baik, terapi cairan, istirahat, analgesik, antipiretik, antitusif dan antibiotik.
  • TB paru anak : [diagnosis] gejala tidak membaik meski telah diberikan antibiotik dan nutrisi.

Farmakologi

bakterisidGambar Bakterisid : hampir semua antibiotik bersifat bakterisid seperti antibiotik yang bekerja menghambat sintesis dinding sel kuman (misalnya penicillin, sefalosporin, vancomycin, teicoplanin, bacitracin), menghambat sintesis protein secara ireversibel (misalnya aminoglikosida) dan menghambat sintesis asam inti (misalnya kuinolon, rifampicin, nitrofurantoin, metronidazole).
  • pemeriksaan widal : riwayat konsumsi antibiotik dapat menimbulkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan widal

Posologi

  • varicella : berikan penisilin prokain 50.000 IU/kgBB/hari selama 3 hari atau amoxicillin 25-50 mg/kgbb/hari peroral jika terjadi infeksi sekunder.

Efek Samping

Interaksi Obat

ambroxolGambar Ambroxol : penggunaan ambroxol bersamaan dengan antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxime, doxycycline dan erythromycin dapat meningkatkan konsentrasi ambroxol di dalam darah dan dapat menyebabkan penetrasi antibiotik tersebut ke dalam jaringan paru-paru sehingga meningkatkan risiko efek samping.
  • bromhexine : meningkatkan konsentrasi antibiotik
  • metronidazole : harus diberikan dosis penuh untuk terapi normal bila dikombinasi dengan antibiotik

Penyakit

Obat

Referensi

  1. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 16.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  3. dr. Ratih Puspita. Terapi Antibiotik. RSUD Tangerang. 2014.
  4. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

ARTIKEL TERBARU


Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 24/11/22