Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Mycobacterium Tuberculosis

Edisi 0.4
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab utama tuberkulosis baik tuberkulosis paru maupun tuberkulosis ekstra paru.
Sinonim : bakteri mycobacterium tuberculosis, infeksi mycobacterium tuberculosis, kuman mycobacterium tuberculosis, kuman TB, mikobakterium tuberkulosa, mikobakterium tuberkulosis

Gambar Mycobacterium Tuberculosis

Mycobacterium Tuberculosis (focusedcollection.com)



Penjelasan

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab utama tuberkulosis ekstra paru karena dapat menginfeksi organ lain seperti organ pencernaan, organ limforetikuler, kulit, sistem saraf pusat, sistem muskuloskeletal, hati dan sistem reproduksi.

Epidemiologi

  • pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882.

Jenis

  • mycobacterium tuberculosis complex

Ciri-Ciri

  • bakteri tahan asam
  • berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung.
  • tidak berspora
  • tidak berkapsul
  • tidak bergerak
  • aerob
  • berukuran panjang 1-4 µm dan lebar 0,3-0,6 µm.
  • berdinding kompleks terdiri dari lapisan lemak yang cukup tinggi (60%).
  • suhu pertumbuhan optimal 37°C.

Patofisiologi

  • tuberkulosis ditularkan melalui udara (titik-titik air) dan percikan ludah (dahak) saat penderita batuk atau bersin.
  • mikobakterium tuberkulosis akan mengaktifkan respon imun seluler (reaksi hipersensitivitas tipe lambat) yang terbentuk sempurna 2-10 minggu setelah infeksi dan bisa dikonfirmasi oleh hasil positif pada tes tuberkulin.

Tuberkulosis Paru


tuberkulosis paruGambar Tuberkulosis Paru : mikobakterium tuberkulosis masuk ke saluran napas lalu bersarang di jaringan paru sehingga terbentuk sarang pneumonia (sarang primer atau afek primer) yang bisa timbul dibagian mana saja dalam paru (berbeda dengan sarang reaktivasi) kemudian terlihat limfangitis lokal menuju hilus yang diikuti limfadenitis regional di hilus.
penyakit menularGambar Penyakit Menular : afek primer dan limfangitis regional disebut kompleks primer; penyakit menular yang menyebar melalui udara (airborne), partikel percikan ludah/droplet (droplet infection) atau dahak yang mengandung kuman TB (mycobacterium tuberculosis) saat penderita TB paru mengalami batuk, bersin, berbicara, tertawa atau bernyanyi lalu terhirup oleh orang lain.
tuberkulosis paru dapat menyebar melalui aerosol dari membran mukosa paru-paru individu yang telah terinfeksi mycobacterium tuberculosis
diagnosisGambar Diagnosis : uji Xpert MTB / RIF bila terdeteksi mycobacterium tuberculosis positif (pemeriksaan sputum BTA) & ada riwayat minum OAT; bila Xpert rifampicin resisten maka lanjut pemeriksaan biakan mycobacterium tuberculosis dan uji kepekaan obat anti tuberkulosis lini 1 & 2.
pemeriksaan kultur dengan cara menumbuhkan kuman mycobacterium tuberculosis; [pencegahan] usahakan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah melalui jendela karena sinar matahari dapat membunuh kuman mycobacterium tuberculosis.

Tuberkulosis Laten


tuberkulosis latenGambar Tuberkulosis Laten : [penyebab] mycobacterium tuberculosis sementara tidak aktif; [patofisiologi] bakteri mycobacterium tuberculosis tetap tinggal di dalam tubuh penderita TB paru; bakteri mycobacterium tuberculosis dapat berkembang menjadi tuberkulosis aktif bila daya tahan tubuh penderita TB paru melemah.

Farmakologi

obat anti tuberkulosisGambar Obat Anti Tuberkulosis : [risiko berobat tidak tuntas] penyakit TBC semakin sukar diobati karena kuman TB mungkin menjadi kebal sehingga perlu obat TBC yang lebih kuat dan lebih mahal; penderita TBC dapat juga menularkan kuman TB yang sudah kebal obat TB pada orang lain.

Referensi

  1. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 195.
  2. Putu Indah Andriani. 2014. Pendekatan Klinis Infeksi Tuberkulosis pada Kulit. Cermin Dunia Kedokteran 219, Vol. 41 No. 8.
  3. Johnny Nurman, Darmawan B. Setyanto. Skrofuloderma pada Anak : Penyakit yang Terlupakan ? Sari Pediatri, vol. 12, No. 2, Agustus 2010.
  4. Dr. Daeng Muhammad Faqih, SH, MH, dkk. 2016. Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non Spesialistik Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. BPJS Kesehatan. Jakarta. Hal. 26.

ARTIKEL TERBARU


Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 1/12/22