Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Bronkitis

Edisi 0.4
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Bronkitis adalah penyakit sistem pernapasan berupa peradangan pada bronkus karena infeksi virus atau infeksi bakteri dengan gejala utama batuk berdahak.
Sinonim : bronchitis | Kompetensi : 04 | Laporan Penyakit : 1402 | ICD X : J.21

Gambar Bronkitis

Bronkitis (physiomedicalclinic.com)



Penjelasan

Bronkitis karena infeksi virus (terbanyak) atau infeksi bakteri.

Penyebab

Faktor Etiologi


Bronkitis Pada Penyakit


Jenis

Patofisiologi

  • batuk pada bronkitis awalnya tanpa dahak lalu akan berubah menjadi batuk berdahak dalam beberapa hari kemudian.
  • warna dahak awalnya putih kemudian menjadi kuning hingga kehijauan.
  • dahak timbul perlahan-lahan kemudian semakin bertambah banyak.
  • demam pada bronkitis terutama akibat bakteri.
  • demam tifoid : memiliki gambaran bronkitis kataral pada minggu pertama.

Diagnosis

  • anamnesis :
    o gejala
    o faktor risiko
    o usia penderita : semua usia
  • pemeriksaan fisik :
    o pemeriksaan tanda vital
    o pemeriksaan respirasi
  • pemeriksaan penunjang :
    o pemeriksaan toraks : foto rontgen

Gejala Bronkitis


  • batuk : sering batuk kurang dari 30 hari; batuk produktif dengan sputum berwarna putih atau jernih.
  • chest pain : dada terasa sakit (tidak selalu)
  • dispnue : sesak napas (tidak selalu)
  • demam : kadang demam (biasanya ringan)
  • tidak ada riwayat penyakit respirasi kronik

Faktor Risiko Bronkitis


  • kontak dekat dengan penderita penyakit saluran pernapasan.
  • cuaca dingin
  • merokok atau pajanan asap rokok.
  • pajanan polusi udara.

Pemeriksaan Tanda Vital Bronkitis


  • frekuensi pernapasan dan denyut nadi dapat normal atau meningkat (pada kondisi gawat darurat namun jarang).
  • saturasi oksigen bisa normal atau kurang dari 90% (pada kondisi gawat darurat namun jarang).

Pemeriksaan Respirasi Bronkitis


  • bunyi mengi/wheezing (tidak selalu).
  • ronkhi kering
  • peningkatan gejala respirasi yang berat merupakan tanda pneumonia.

Foto Rontgen Bronkitis


  • umumnya masih dalam batas normal
  • peningkatan corakan bronkus

Penatalaksanaan

  • dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
  • antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahak berwarna kuning atau hijau dan demam tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru
  • bila ada tanda obstruksi pada pasien segera rujuk

Dextromethorphan


  • dosis dewasa : 15 - 30 mg per oral, maksimal 120 mg per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 5 - 15 mg per oral, maksimal 60 mg per hari.
  • dosis anak berusia 2 - 6 tahun : 2,5 - 7,5 mg per oral, maksimal 30 mg per hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.
  • berikan selama 5 hari.
  • hati-hati pada anak berusia dibawah 6 tahun.
  • tidak diberikan pada penderita asma bronkial dan PPOK.

Codein


  • dosis dewasa : 10 - 20 mg per oral, maksimal 120 mg per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 5 - 10 mg per oral, maksimal 60 mg per hari.
  • dosis anak berusia 2 - 6 tahun : 2,5 - 5 mg per oral, maksimal 30 mg per hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.
  • berikan selama 5 hari.
  • hati-hati pada anak berusia dibawah 6 tahun.
  • tidak diberikan pada penderita asma bronkial dan PPOK.

Gliseril Guaiakolat


  • dosis dewasa : 200 - 400 mg per oral, maksimal 2,4 gr per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 100 - 200 mg per oral, maksimal 1,2 gr per hari.
  • dosis anak berusia 2 - 6 tahun : 50 - 100 mg per oral, maksimal 600 mg per hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.
  • berikan selama 5 hari.
  • hati-hati pada anak berusia dibawah 6 tahun.

Bromhexine


  • dosis dewasa : 8 mg per oral.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 4 mg per oral.
  • dosis anak berusia 2 - 6 tahun : 4 mg per oral.
  • frekuensi : 3 kali sehari (> 6 tahun) dan 2 kali sehari (2 - 6 tahun).
  • berikan selama 5 hari.
  • hati-hati pada anak berusia dibawah 6 tahun.

Ambroxol


  • dosis dewasa : 30 mg per oral, maksimal 120 mg per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 15 mg per oral.
  • dosis anak berusia 2 - 6 tahun : 7,5 mg per oral.
  • frekuensi : 2 - 3 kali sehari.
  • berikan selama 5 hari.
  • hati-hati pada anak berusia dibawah 6 tahun.

Paracetamol


  • untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan asetosal atau parasetamol; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan parasetamol
  • dosis dewasa : 500 - 1000 mg per oral, maksimal 4000 mg per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 10 - 15 mg/kgbb per oral, maksimal 2000 mg per hari.
  • dosis anak berusia < 6 tahun : 10 - 15 mg/kgbb per oral, maksimal 1000 mg per hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.
  • hati-hati pada penyakit hati.

Salbutamol


  • dosis dewasa : 2 - 4 mg/kali, maksimal 32 mg per hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 2 mg/kali, maksimal 24 mg per hari.
  • dosis anak berusia < 6 tahun : 0,3 mg/kgbb/hari, maksimal 6 mg per hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.

Azithromycin


  • dosis dewasa : 500 mg/hari.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 10 mg/kgbb/hari.
  • dosis anak berusia < 6 tahun : 5 mg/kgbb/hari.
  • frekuensi : 1 kali sehari.
  • berikan selama 3 hari.

Eritromisin


  • dosis dewasa : 250 - 500 mg per oral.
  • dosis anak berusia < 12 tahun : 30 - 50 mg/kgbb/oral; maksimal 2 gr/hari.
  • frekuensi : 3 - 4 kali sehari.
  • berikan selama 5 hari.

Cotrimoxazole


  • dosis dewasa : 160/800 mg per oral.
  • dosis anak berusia 6 - 12 tahun : 80/400 mg per oral.
  • dosis anak berusia < 6 tahun : 40/200 mg per oral.
  • frekuensi : 2 kali sehari.
  • berikan selama 7 - 14 hari.

Monitoring

  • bronkitis dapat sembuh dalam beberapa minggu sehingga biasanya monitoring jarang diperlukan.
  • lakukan evaluasi kemungkinan adanya penyakit kronis (seperti asma, GERD, PPOK, infeksi TB, dll.) pada pasien yang masih memberikan sisa gejala.

Komplikasi

Diagnosis Banding

  • pneumonia :
    o demam lebih tinggi
    o pemeriksaan respirasi : ronkhi basah
    o pemeriksaan foto toraks : ada infiltrat
  • pertusis :
    o batuk lama & berat
    o biasanya napas cepat & dalam (bunyi melengking/whoop)
  • influenza :
    o demam (sering)
    o batuk kering (sering)
    o nyeri otot (sering)
  • asma bronkial :
    o sesak selalu dipicu faktor pencetus
  • PPOK :
    o sesak kronik progresif
    o biasanya usia > 45 tahun
    o perokok
    o mengi (tidak selalu)
    o dada bentuk barrel chest (tidak selalu)
  • gagal jantung :
    o dyspnoea
    o edema perifer
    o peningkatan vena jugularis
    o pemeriksaan respirasi : ronkhi basah
  • demam tifoid
  • tuberkulosis

Pencegahan

  • hentikan kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok.
  • hindari keluar malam.
  • hindari polusi udara.
  • hindari penderita batuk dan pilek.
  • makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan imunitas.

Referensi

  1. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 34.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  3. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 29-30.
  4. Dr. Daeng Muhammad Faqih, SH, MH, dkk. 2016. Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non Spesialistik Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. BPJS Kesehatan. Jakarta. Hal. 20-25.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 13/10/21