Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Hipertensi

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Hipertensi adalah penyakit sistem peredaran darah berupa peningkatan tekanan darah yang cenderung menetap didalam arteri dengan nilai 140/90 mmHg atau lebih.

Sinonim : hypertension, penyakit darah tinggi, tekanan darah tinggi | Kompetensi : 3A, 04 | Laporan Penyakit : 1200 | ICD X : I.10

Gambar Hipertensi

Hipertensi (studyhealthy25.blogspot.com)



Penjelasan

?

Epidemiologi

  • insiden tertinggi pertama di Indonesia
  • hipertensi merupakan penyakit yang paling mematikan nomor 5 di Indonesia
  • 1 dari 3 orang dewasa Amerika memiliki tekanan darah tinggi

Penyebab

Faktor Risiko Hipertensi


  • penyakit penyerta (komorbid)
  • efek samping obat

Hipertensi Pada Penyakit


Hipertensi Karena Obat


Jenis

Berdasarkan Penyebab


Berdasarkan Tingkatan


Jenis Lain


Patofisiologi

BBLR


  • BBLR : [penyebab] BBLR karena komplikasi selama kehamilan misalnya ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi
Gambar BBLR [penatalaksanaan] bayi BBLR yang mengalami kelahiran tanpa komplikasi dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhan seiring waktu namun kebanyakan berisiko mengalami berat badan berlebih (obesitas), dapat menderita diabetes, tekanan darah tinggi & penyakit jantung pada saat dewasa dan mengalami keterlambatan perkembangan mental.

Penyakit Lain


  • angina pektoris : kebutuhan (demand) oksigen dari miokardium jantung meningkat misalnya karena kerja fisik, emosi, tirotoksikosis, hipertensi, hipertrofi atau dilatasi ventrikel kiri berat.
  • covid-19 : riwayat hipertensi memperburuk prognosis covid-19.
  • diabetes melitus tipe 2 : kontrol hipertensi sebagai penatalaksanaan.

Farmakologi

glimepirideGambar Glimepiride : [efek samping] regulasi umpan balik dari adrenergik dapat muncul tanda hipoglikemia seperti berkeringat, kulit lembab, takikardia, hipertensi, palpitasi, angina pektoris dan aritmia takikardi; gambaran klinis dari serangan hipoglikemia dapat menyerupai serangan stroke; simtom hipoglikemia biasanya akan berkurang pada saat dikoreksi.
  • alkohol : efek jangka panjang dan gejala putus minum alkohol.
  • metilergometrin : [efek samping] tekanan darah naik terutama pada hipertensi kronik dan preeklampsia.

Diagnosis

Pengukuran tekanan darah setelah pasien duduk atau berbaring selama 5 menit. Apabila hasil pengukuran yang pertama 140/90 mmHg atau lebih maka pengukuran diulang 2 x pada 2 hari berikutnya untuk lebih meyakinkan adanya hipertensi.

Gejala


  • sakit kepala terutama di belakang kepala dan di pagi hari
  • pusing
  • vertigo
  • tinitus
  • gangguan penglihatan
  • pingsan

Penilaian Hipertensi


Penatalaksanaan

Perubahan Gaya Hidup


  • menurunkan berat badan sampai batas ideal
  • mengubah pola makan terutama pada penderita diabetes, kegemukan dan hiperkolesterolemia
  • mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap hari dan disertai asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup. Makan garam dengan menjaga asupan natrium dibawah 2,3 gram sehari dan tidak lebih 1,5 gram sehari pada tekanan darah tinggi atau usia 50 tahun lebih.
  • berhenti merokok dan minum alkohol
  • olahraga aerobik yang tidak terlalu berat
  • penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi kegiatannya selama tekanan darahnya terkontrol

Kontraindikasi


Hati-Hati


salbutamolGambar Salbutamol : hati-hati jika diberikan pada penderita hipertensi kecuali pasien dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi yang menyertai kejang bronkus; pengobatan salbutamol dapat diberikan karena bekerja lebih lama dan lebih aman daripada isoprenalin akibat efek stimulasinya terhadap jantung lebih kecil daripada isoprenalin.

Komplikasi

Penyakit

Istilah

Kesehatan

  • perubahan diet
  • olahraga
  • penurunan berat badan
  • ginjal : rutin mengontrol tekanan darah dan gula darah untuk mengendalikan hipertensi dan diabetes demi menjaga kesehatan ginjal.

Referensi

  1. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 97-98.
  2. Dr. Med. Ahmad Ramali, K. St. Pamoentjak dan dr. Hendra T. Laksman. 1994. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Cet. 19. Jakarta : Djambatan. Hal. 137.
  3. Prof. DR. Dr. A. Halim Mubin, SpPD, MSc, KPTI. 2008. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam : Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. Jakarta : EGC. Hal. 405-406.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 28/07/21