Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Neutrofil

Edisi 0.1
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Neutrofil adalah sel darah putih granulosit sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan proses radang kecil lainnya serta memperkuat reaksi hipersensitivitas tipe I.

Sinonim :

Gambar Neutrofil

Neutrofil (researchgate.net)



Penjelasan

Neutrofil adalah sel darah putih terbanyak dengan prosentase 60-70% (rata-rata 65%).
Neutrofil adalah granulosit berupa kantong yang mengandung banyak enzim dan partikel-partikel antimikroba saat neutrofil PMN matang.
Neutrofil sebagai pertahanan tubuh (sistem imun) terhadap infeksi bakteri biasanya berespon dalam jumlah besar di jam pertama dalam eksudat saat terjadi radang.
Neutrofil berbeda dengan monosit dan makrofag dimana keduanya berjumlah lebih sedikit dan lebih lambat bermigrasi ke eksudat dalam beberapa jam.

Ciri-Ciri

  • nukleus : inti sel neutrofil berlobus dan tidak teratur (polimorf) sehingga disebut neutrofil polimorfonuklear (PMN).
  • sumsum tulang : tempat pembuatan netrofil matang yang siap dikeluarkan ke dalam aliran darah jika ada sinyal, jumlahnya ±100 kali lebih banyak (daripada dalam darah), memerlukan waktu pematangan selama 2 minggu.
  • sirkulasi darah : neutrofil matang dalam aliran darah berasal dari neutrofil matang dalam sumsum tulang, berjumlah ±5.000/mm3 dalam darah dan waktu paruhnya ±6 jam.
  • akan diambil oleh mastosit.
  • jaringan : neutrofil matang dalam jaringan berasal dari neutrofil matang dalam aliran darah.
  • neutrofil matang : dalam aliran darah dan jaringan tidak mampu lagi melakukan pembelahan sel dan tidak mampu lagi menambah sintesis berbagai enzim pencernaan intrasel (berbeda dengan monosit).
  • kemotaktik : sitokin berperan pada faktor kemotaktik neutrofil
  • kematian neutrofil : neutrofil berumur lebih pendek (berbeda dengan makrofag); neutrofil PMN yang aktif, mati & hancur dapat ditemukan dalam nanah (eksudat supuratif) dan eksudat purulen.

Komposisi

  • granula : granula sangat banyak dalam sitoplasma neutrofil sebenarnya merupakan paket-paket enzim yang terikat membran yaitu lisosom, yang dihasilkan selama pematangan sel dalam sumsum tulang.

Jenis

  • neutrofil polimorfonuklear

Fisiologi

Fungsi Neutrofil


  • fagositosis : neutrofil PMN mampu bergerak aktif dan mampu menelan berbagai zat; neutrofil dibantu opsonin yang melapisi objek untuk dicerna dan lebih mudah dimasukkan ke dalam vakuola fagosom kemudian dimatikan (jika partikel hidup) lalu dicerna.
  • partikel hidup dimatikan melalui perubahan pH dalam sel setelah fagositosis dan melepaskan zat-zat antibakteri.
  • pencernaan partikel umumnya diselesaikan dalam vakuola dengan penyatuan lisosom dan fagosom (fagolisosom) lalu berbagai enzim pencernaan diaktifkan didalam fagolisosom (pencernaan enzimatik).
  • melepas zat pirogen endogen lalu memicu pusat pengendali suhu tubuh di hipotalamus sehingga terjadi demam sebagai reaksi sistemik radang pada penyakit infeksi.

Patofisiologi

  • eksudat fibrinopurulen : fibrin + neutrofil polimorfonuklear
  • eksudat mukopurulen : musin + neutrofil
  • eksudat purulen : terjadi agregasi neutrofil tanpa mengalami nekrosis liquefaktif
  • eksudat supuratif (supurasi) : terjadi agregasi neutrofil lalu mengalami nekrosis liquefaktif; neutrofil yang telah mati akan membebaskan enzim hidrolisis sehingga akan mencerna dan mencairkan jaringan dasar

Patologi

Referensi

  1. Dr. Supartuti, M.Kes. Peradangan. Politeknik Kesehatan Yogyakarta. Departemen Kesehatan. www.academia.edu

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 13/06/21