Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Onikomikosis

Edisi 0.2
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Onikomikosis adalah penyakit jamur kulit pada lempeng kuku karena dermatofita (T. rubrum, T. mentagrophytes dan epidermophyton) dan non dermatofita (candida sp., aspergillus sp. dan fusarium sp.).
Sinonim : onychomycosis

Gambar Onikomikosis

Onikomikosis (123dok.com)



Penjelasan

Onikomikosis karena dermatofita disebut tinea unguium.

Penyebab

Faktor Risiko


Jenis

  • onikomikosis subungual distal/lateral
  • onikomikosis superficial putih (leukonikia trikofita)
  • onikomikosis subungual proksimal
  • onikomikosis distropik total
  • onikomikosis kandida (true candida onychomycosis)

Patogenesis

  • kelainan kuku kaki dapat berawal dari tinea pedis atau langsung pada kuku
  • penyebab candida dapat terjadi endogen dari traktus digestivus sebagai flora komensal

Diagnosis

  • bersifat menahun dan sangat resisten terhadap pengobatan
  • gambaran klinis bervariasi tergantung jenis penyebab maupun cara infeksi
  • nyeri
  • keluhan utama berupa kerusakan kuku
  • kuku menjadi suram dan rapuh, dapat dimulai dari arah distal (perimarginal) atau proksimal
  • bagian yang bebas tampak menebal
  • gambaran tersering tinea unguium adalah distrofi dan debris pada kuku subungual distal

Pemeriksaan Penunjang


  • gambaran histopatologis tampak spongiosis, fokal parakeratosis dan respon inflamasi minimal pada dermis
  • onikomikosis superficial putih tampak organisme pada dosal kuku
  • onikomikosis kandida tampak pseudohifa disepanjang lempeng kuku, kutikula, stratum granulosum, stratum spinosum dan hiponikia stratum korneum.
  • kultur untuk menentukan spesies jamur
  • penyebab pasti melalui pemeriksaan KOH 20-30% dan kultur untuk pemilihan obat dan menyingkirkan diagnosis banding

Penatalaksanaan

Topikal


pengikiran kukuGambar Kuku : pengikiran kuku yang rusak disertai pemberian obat topikal misalnya krim/solusio golongan imidazol dan cat kuku siklopiroksolamin dapat merupakan alternatif bagi pasien yang tidak dapat menggunakan obat sistemik tetapi cara ini membutuhkan waktu lama dan efektivitasnya rendah.
  • bifonazol-urea salep, amorolfin 5% cat kuku dan sikropiroksolamin cat kuku
  • obat topikal dalam bentuk krim dan solusio sulit penetrasi ke dalam kuku sehingga tidak efektif untuk pengobatan onikomikosis

Sistemik


  • flukonazol 100 mg setiap hari atau 150 mg setiap minggu, itrakonazol 200 mg setiap hari selama 3-4 bulan atau 400 mg setiap hari selama seminggu tiap bulan untuk 3-4 bulan, terbinafin 250 mg setiap hari selama 3 bulan
  • griseofulvin bukan obat pilihan untuk tinea unguium karena memerlukan waktu lama sehingga efek samping lebih besar dan kurang efektif

Pembedahan


  • bila kelainan hanya pada 1-2 kuku, ada kontraindikasi terhadap pengobatan sistemik atau resisten terhadap obat

Komplikasi

  • pada stadium lanjut dapat merusak seluruh kuku hingga mengakibatkan gambaran distrofik total

Prognosis

  • satu dari lima kasus tidak memberi respon yang baik terhadap pengobatan optimal
  • pada tipe kuku tertentu misalnya pertumbuhan kuku yang lambat dan tebal juga merupakan penyulit selain faktor predisposisi utama yaitu keadaan imunokompromais.

Referensi

  1. dr. Emmy S. Sjamsoe Daili, SpKK(K), dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K), dr. I Made Wisnu, SpKK(K). Penyakit Kulit Yang Umum Di Indonesia : Sebuah Panduan Bergambar. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2005. Hal.
  2. Prof. dr. Muhammad Dali Amiruddin, SpKK., DR. dr. Farida S. Ilyas, SpKK., dr. Syafruddin Amin, SpKK. & dr. Dianawaty Amiruddin, SpKK. Buku Ajar Penyakit Kulit Di Daerah Tropis. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Makassar. Hal.

ARTIKEL TERBARU


Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 5/04/22