Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Salmonella Typhi

Edisi 0.7
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab demam tifoid.
Sinonim :

Gambar Salmonella Typhi

Salmonella Typhi (outbreaknewstoday.com)



Penjelasan

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab demam tifoid yang dapat terdeteksi melalui tes widal.

Epidemiologi

  • jumlah 109 basil hidup menyebabkan demam tifoid pada 95% kasus

Ciri-Ciri

  • pertama kali Gafrrkey mengisolasinya dari penderita di Jerman (1884)
  • pewarnaan gram negatif
  • basil (batang) dengan ukuran 0,5-0,8 µm x 1-4 µm
  • tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob
  • memiliki flagel tanpa spora
  • tumbuh pada semua media
  • besar koloni ± 2-4 mm
  • melakukan fermentasi glukosa dan manosa tetapi tidak dapat pada laktosa di media selektif
  • sangat rapuh dan dapat mati karena pengeringan, disinfeksi klorin, air panas (56-570C selama beberapa menit)
  • bisa bertahan hidup selama 4 minggu didalam air

Bagian

  • antigen salmonella typhi :
    o antigen dinding sel / somatik (O)
    o antigen flagella (H)
    o antigen virulen (Vi)
    o outer membrane protein (OMP)
  • tiga pertama akan membentuk antibodi dalam serum (disebut aglutinin antibodi) penderita demam tifoid.

Antigen O


  • antigen O adalah bagian badan salmonella typhii yang sudah dimatikan.
  • kompleks polisakarida (lipopolisakarida) disebut endotoksin
  • spesifik grup

Antigen H


  • antigen H merupakan ekor atau flagel salmonella typhii yang sudah dimatikan.
  • komponen protein dalam flagel
  • spesifik spesies

Antigen Vi


  • polisakarida di kapsul sel
  • menghambat aglutinasi antigen O oleh anti O serum
  • melindungi fagositosis antigen O
  • berhubungan dengan kemampuan invasif bakteri dan efektivitas vaksin

Outer Membrane Protein (OMP)


  • bagian dari dinding sel terluar yang terletak di luar membran sitoplasma dan lapisan peptidoglikan yang membatasi sel dengan lingkungan sekitarnya
  • sebagai barier fisik yang mengendalikan masuknya cairan ke dalam membran sitoplasma
  • sebagai reseptor untuk bakteriofag dan bakteriosin yang sebagian besar terdiri dari protein purin, berperan pada patogenesis demam tifoid dan merupakan antigen yang penting dalam mekanisme respon imun pejamu

Endotoksin


  • bagian terluar dinding sel
  • terdiri dari antigen O yang sudah dilepaskan, lipopolisakarida dan lipid A
  • ekskresi endotoksin (minimal berjumlah 100 µg) oleh salmonella typhi menyebabkan demam spesifik pada demam tifoid.

Patofisiologi

  • makanan : salmonella typhi dapat ditemukan di dalam makanan, sumber air atau peralatan yang terkontaminasi.
  • salmonella typhi menghasilkan endotoksin.
  • gejala demam tifoid yang disebabkan salmonella typhi lebih berat daripada demam paratifoid yang diakibatkan salmonella paratyphi.
  • hepatomegali : salmonella typhi berkembang biak di hati (menyebabkan hepatomegali) dan limpa (menyebabkan splenomegali); hepatomegali dan splenomegali menyebabkan nyeri abdomen.
  • salmonella typhi dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan usus dan perforasi usus
  • salmonella typhi dapat terdeteksi oleh tes tubex.

Usus Halus


usus halusGambar Usus Halus : salmonella typhi secara fecal-oral masuk ke dalam tubuh manusia dan terutama menyerang usus halus; salmonella typhi akan berkembang biak dan menyebar melalui aliran darah di dalam tubuh; salmonella typhi hidup dalam tinja dan urin hingga bertahun-tahun.

Tes Widal


tes widalGambar Tes Widal : sistem imun akan memberi respons ketika salmonella typhi masuk ke dalam tubuh dengan memproduksi zat antibodi khusus untuk melawannya; pasien dianggap demam tifoid bila ditemukan kadar antibodi terhadap salmonella typhii; tes widal dilakukan untuk mengetahui jumlah antibodi dalam tubuh yang menandakan adanya salmonella typhi.
infeksiGambar Infeksi : semakin tinggi titer agglutinin maka semakin besar kemungkinan terinfeksi salmonella typhii; kadar 1/320 berarti antibodi salmonella typhii ditemukan pada pengenceran 320 kali; tes widal bisa positif meski tidak memiliki gejala demam tifoid karena pasien sebagai pembawa (carrier) salmonella typhii dan memiliki daya tahan tubuh baik.
tes widal masih bisa positif pada orang yang belum lama sembuh dari demam tifoid karena antibodi terhadap salmonella typhii bisa tetap berada di dalam tubuh hingga 2 tahun lamanya.

Demam Tifoid


demam tifoidGambar Demam Tifoid : kontaminasi antara makanan dan minuman dengan pus penderita lain yang terbawa melalui kaki lalat atau kontaminasi antara jari tangan dengan muntah, tinja, urin, sekret saluran napas dapat menyebabkan salmonella typhi masuk ke dalam saluran cerna secara oral.
pemeriksaan laboratoriumGambar Pemeriksaan Laboratorium : tes darah, tes urin dan tes tinja untuk mendeteksi keberadaan salmonella typhi; aspirasi sumsum tulang untuk lebih memastikan keberadaan salmonella typhi dari hasil tes darah, tes urin dan tes tinja tetapi tes ini jarang dilakukan; tes widal untuk mendeteksi antibodi terhadap salmonella typhi.
tes tubex TF untuk mendeteksi antibodi terhadap salmonella typhi dengan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan tes widal.

Referensi

  1. Tania Nugrah Utami. Demam Tifoid. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Pekanbaru. 2010.
  2. Prof. Dr. Riadi Wirawan SpPK(K). Demam Tifoid. Bio Medika.
  3. Dr. dr. Santi Martini, M.Kes. Epidemiologi Tifoid. Bagian Epidemiologi Universitas Airlangga. Surabaya
  4. Ade Putra. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Demam Tifoid Terhadap Kebiasaan Jajan Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. 2012.
  5. Syamsul Arifin, Edi Hartoyo, Dwi Srihandayani. Hubungan Tingkat Demam dengan Hasil Pemeriksaan Hematologi pada Penderita Demam Tifoid. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.
  6. Henry Santoso. Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid Yang Dirawat Pada Bangsal Penyakit Dalam Di RSUP Dr. Kariadi Semarang Tahun 2008. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. 2009.
  7. dr. Airindya Bella. 2022. Memahami Tes Widal untuk Mendiagnosis Tifus. www.alodokter.com. Akses 31 Oktober 2022.

ARTIKEL TERBARU


Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru | Mycobacterium Tuberculosis | Dermatitis Seboroik | Tes Widal | Salmonella Typhi | Demam Tifoid |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 8/11/22