Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Salmonella Typhi

Edisi 0.6
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab demam tifoid.

Sinonim :

Gambar Salmonella Typhi

Salmonella Typhi (outbreaknewstoday.com)


loading...

Penjelasan

  1. pertama kali Gafrrkey mengisolasinya dari penderita di Jerman (1884)
  2. pewarnaan gram negatif
  3. basil (batang) dengan ukuran 0,5-0,8 µm x 1-4 µm
  4. tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob
  5. memiliki flagel tanpa spora
  6. tumbuh pada semua media
  7. besar koloni ± 2-4 mm
  8. melakukan fermentasi glukosa dan manosa tetapi tidak dapat pada laktosa di media selektif
  9. sangat rapuh dan dapat mati karena pengeringan, disinfeksi klorin, air panas (56-570C selama beberapa menit)
  10. bisa bertahan hidup selama 4 minggu didalam air
  11. menghasilkan endotoksin
  12. jumlah 109 basil hidup menyebabkan demam tifoid pada 95% kasus
  13. masuk ke dalam tubuh manusia secara fecal-oral dan melalui alat atau makanan yang terkontaminasi
  14. menyerang usus halus
  15. hidup dalam tinja dan urin hingga bertahun-tahun
  16. berkembang biak di hati (menyebabkan hepatomegali) dan limpa (menyebabkan splenomegali). Hepatomegali dan splenomegali menyebabkan nyeri.
  17. gejalanya lebih berat daripada demam tifoid yang disebabkan salmonella paratyphi
  18. zat anti terhadap salmonella typhi dapat ditemukan pada pemeriksaan widal
  19. salmonella typhi dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan usus dan perforasi usus

Bagian

Ada 4 jenis antigen salmonella typhi. Tiga pertama akan membentuk antibodi dalam serum (disebut aglutinin antibodi) penderita demam tifoid :
  1. antigen dinding sel / somatik (O)
  2. antigen flagella (H)
  3. antigen virulen (Vi)
  4. outer membrane protein (OMP)

Antigen O


  • kompleks polisakarida (lipopolisakarida) disebut endotoksin
  • spesifik grup

Antigen H


  • komponen protein dalam flagel
  • spesifik spesies

Antigen Vi


  • polisakarida di kapsul sel
  • menghambat aglutinasi antigen O oleh anti O serum
  • melindungi fagositosis antigen O
  • berhubungan dengan kemampuan invasif bakteri dan efektivitas vaksin

Outer Membrane Protein (OMP)


  • bagian dari dinding sel terluar yang terletak di luar membran sitoplasma dan lapisan peptidoglikan yang membatasi sel dengan lingkungan sekitarnya
  • sebagai barier fisik yang mengendalikan masuknya cairan ke dalam membran sitoplasma
  • sebagai reseptor untuk bakteriofag dan bakteriosin yang sebagian besar terdiri dari protein purin, berperan pada patogenesis demam tifoid dan merupakan antigen yang penting dalam mekanisme respon imun pejamu

Endotoksin


  • bagian terluar dinding sel
  • terdiri dari antigen O yang sudah dilepaskan, lipopolisakarida dan lipid A
  • ekskresi endotoksin (minimal berjumlah 100 µg) oleh salmonella typhi menyebabkan demam spesifik pada demam tifoid.

Referensi

  1. Tania Nugrah Utami. Demam Tifoid. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Pekanbaru. 2010.
  2. Prof. Dr. Riadi Wirawan SpPK(K). Demam Tifoid. Bio Medika.
  3. Dr. dr. Santi Martini, M.Kes. Epidemiologi Tifoid. Bagian Epidemiologi Universitas Airlangga. Surabaya
  4. Ade Putra. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Demam Tifoid Terhadap Kebiasaan Jajan Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. 2012.
  5. Syamsul Arifin, Edi Hartoyo, Dwi Srihandayani. Hubungan Tingkat Demam dengan Hasil Pemeriksaan Hematologi pada Penderita Demam Tifoid. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.
  6. Henry Santoso. Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid Yang Dirawat Pada Bangsal Penyakit Dalam Di RSUP Dr. Kariadi Semarang Tahun 2008. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. 2009.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR


loading...

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 5/09/20