Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Islam

QS. Ali Imrân (3) : 19

Edisi 0.4
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

QS. Ali Imrân (3) : 19 adalah ayat ke-19 dari QS. Ali Imrân tentang keutamaan Islam, bahaya perasaan dengki ahli kitab (Yahudi & Nasrani) dan peringatan keras Allah SWT kepada orang-orang yang mengkufuri Kitab-Nya.



Penjelasan

  1. Keutamaan islam sebagai satu-satunya ad-dîn (agama & ideologi) yang diridhoi di dunia dan diterima di akhirat oleh Allah SWT.
  2. Bahaya perasaan dengki (بَغْياً) ahli kitab (Yahudi & Nasrani) sehingga mereka membenci dan menolak pengetahuan (الْعِلْمُ) berupa akidah dan syariah yang datang dari Kitab Allah dan risalah para Rasul Allah bahkan memusuhi orang yang menyerukan kebenaran dari keduanya.
  3. Peringatan keras Allah SWT kepada orang-orang yang mengkufuri Kitab-Nya (yaitu Kitab Allah dan risalah para Rasul Allah) dengan istilah sariy'u al hisâbi (سَرِيعُ الْحِسابِ = sangat cepat hisab-Nya) dimana Allah SWT akan membalas perbuatannya, melakukan perhitungan dan akan menghukum mereka karena kedustaan dan penentangan mereka.

Ayat

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ وَ مَنْ يَكْفُرْ بِآياتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسابِ
sesungguhnya agama (dan ideologi) disisi Allah (hanyalah) Islam; dan tiada berselisih orang-orang (yang) telah diberi al-kitab kecuali sesudah datang kepada mereka pengetahuan (karena) kedengkian diantara mereka; dan barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya
إِنَّ = sesungguhnya الدِّينَ = agama (dan ideologi) عِنْدَ = disisi اللَّهِ = Allah الْإِسْلامُ = Islam وَ = dan مَا = tiada اخْتَلَفَ = berselisih الَّذِينَ = orang-orang أُوتُوا = telah diberi الْكِتابَ = al-kitab إِلَّا = kecuali مِنْ = dari بَعْدِ = setelah مَا = apa جاءَهُمُ = datang kepada mereka الْعِلْمُ = ilmu بَغْياً = kedengkian بَيْنَهُمْ = diantara sesama mereka وَ = dan مَنْ = siapa يَكْفُرْ = yang kafir بِآياتِ = pada ayat-ayat اللَّهِ = Allah فَإِنَّ = maka sesungguhnya اللَّهَ = Allah سَرِيعُ = cepat sekali الْحِسابِ = perhitungan

Tafsir

Tafsir Jalalain


  • (sesungguhnya agama) yang diridhoi (disisi Allah) ialah agama (Islam) yakni syariat yang dibawa oleh para rasul dan dibina atas dasar ketauhidan; menurut satu qiraat dibaca anna sebagai badal dari inna yakni badal isytimal
  • (dan tiada berselisih orang-orang) yang (telah diberi al-kitab) yakni orang-orang yahudi dan nasrani dalam agama, sebagian mereka mengakui bahwa merekalah yang beragama tauhid sedangkan lainnya kafir
  • (kecuali setelah datang kepada mereka ilmu) tentang ketauhidan disebabkan (kedengkian) dari orang-orang kafir
  • (diantara sesama mereka, siapa yang kafir pada ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah cepat sekali perhitungan-Nya) maksudnya pembalasan-Nya

Tafsir Ibnu Katsir


إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ
  • sebagai berita dari Allah SWT yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi-Nya selain islam yaitu mengikuti para rasul yang diutus oleh Allah SWT di setiap masa hingga diakhiri dengan Nabi Muhammad SAW yang membawa agama dan menutup semua jalan lain kecuali hanya jalan yang telah ditempuhnya.
  • Oleh karena itu barang siapa yang menghadap kepada Allah — sesudah Nabi Muhammad SAW diutus — dengan membawa agama yang bukan syariatnya maka hal itu tidak diterima oleh Allah SWT.
  • seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu : ... وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهَُ "dan barangsiapa mencari agama (dan ideologi) selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima darinya ..." {QS. Ali Imrân (3) : 85} hingga akhir ayat.
  • dalam ayat ini Allah SWT memberitakan terbatasnya agama yang diterima oleh Allah SWT hanya pada agama Islam, yaitu : "Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam ..." {QS. Ali Imrân (3) : 19}
  • Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas membaca firman-Nya : Allah menyatakan sesungguhnya tiada Tuhan selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Bahwasanya agama (yang diridhoi) di sisi Allah SWT hanyalah Islam. {QS. Ali Imrân (3) : 18-19} Dengan innahu yang di-kasrah-kan dan anna yang di-fathah-kan, artinya "Allah telah menyatakan —begitu pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu— bahwa agama yang diridhoi di sisi Allah adalah Islam". Sedangkan menurut jumhur ulama, mereka membacanya kasrah "inna ad diyna" sebagai kalimat berita. Bacaan tersebut kedua-duanya benar tetapi menurut bacaan jumhur ulama lebih kuat.
وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ
  • kemudian Allah SWT memberitakan bahwa orang-orang yang telah diberikan al-Kitab kepada mereka di masa-masa yang lalu, mereka berselisih pendapat hanya setelah hujah ditegakkan atas mereka, yakni sesudah para rasul diutus kepada mereka dan kitab-kitab samawi diturunkan buat mereka.
  • Untuk itu Allah SWT berfirman "... Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) diantara mereka ..." {QS. Ali Imrân (3) : 19}
  • yakni karena sebagian dari mereka merasa dengki terhadap sebagian yang lain lalu mereka berselisih pendapat dalam perkara kebenaran. Hal tersebut terjadi karena terdorong oleh rasa dengki, benci dan saling menjatuhkan hingga sebagian dari mereka berusaha menjatuhkan sebagian yang lain dengan menentangnya dalam semua ucapan dan perbuatannya, sekalipun benar.
وَ مَنْ يَكْفُرْ بِآياتِ اللَّهِ
  • yakni barang siapa yang ingkar kepada apa yang diturunkan oleh Allah SWT di dalam kitab-Nya.
فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسابِ ِ
  • sesungguhnya Allah SWT akan membalas perbuatannya dan melakukan perhitungan terhadapnya atas kedustaannya itu dan akan menghukumnya akibat ia menentang kitab-Nya.

Referensi

  1. Hafidz Abdurrahman. Diskursus Islam Politik & Spiritual. al-Azhar Press. 2012. Hal. 1-305.
  2. Mozaik Islam. Aplikasi Al-Quran Terjemahan Bahasa Indonesia (Per Kata). mozaikislam.org
  3. TafsirQ. Surat Ali 'Imran Ayat 19. tafsirq.com. Akses 3 Maret 2018.
  4. IbnuKatsirOnline. Tafsir Surat Ali 'Imran, Ayat 18-20. www.ibnukatsironline.com. Akses 3 Maret 2018.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | H | I | K | M | N | P | Q | R | S | T | Y


Update 23/02/21