Home Klinik Kedokteran

Tuberkulosis Primer

Edisi 0.1
Oleh : dr. Asep Subarkah, S. Ked.


Pengertian

Tuberkulosis primer adalah infeksi primer pada TB paru yang terjadi untuk pertama kali dalam waktu 5 tahun pertama.
Sinonim : infeksi tuberkulosis primer, primary tuberculosis, TB primer

Gambar Tuberkulosis Primer

Tuberkulosis Primer (researchgate.net)



Penjelasan

Tuberkulosis primer adalah infeksi primer dengan tanda terbentuknya kompleks primer yang terdiri dari afek primer dan limfangitis regional.
Tuberkulosis primer pada TB paru merupakan tipe paling umum pada TB paru anak.

Patofisiologi

  • kontak pertama mycobacterium tuberculosis dengan host dapat menyebabkan infeksi tuberkulosis primer.
  • mycobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran napas akan bersarang di jaringan paru sehingga akan terbentuk suatu sarang pneumonia (disebut sarang primer atau afek primer).
  • sarang primer mungkin timbul dibagian mana saja dalam paru, berbeda dengan sarang reaktivasi.
  • setelah sarang primer akan terlihat limfangitis lokal menuju hilus.
  • limfangitis lokal diikuti limfadenitis regional di hilus.
  • afek primer dan limfangitis regional disebut kompleks primer.

Perjalanan Kompleks Primer


  • sembuh tanpa bekas (restitution ad integrum)
  • sembuh dengan sedikit bekas seperti sarang Ghon, garis fibrotik, sarang perkapuran di hilus
  • tidak sembuh lalu menyebar melalui perkontinuitatum, bronkogen (di paru tersebut, paru sebelah atau tertelan), hematogen dan limfogen
  • kompleks Ghon merupakan bentuk umum dari lesi tipikal TB primer.
  • kompleks Ghon adalah granuloma epiteloid dengan nekrosis kaseosa di bagian tengahnya.
  • kompleks Ghon paling umum ditemukan dalam makrofag alveolar dari bagian subpleura paru-paru.
  • fibrosis terjadi bila enzim hidrolitik melarutkan tuberkel dan lesi dikelilingi kapsul fibrosis.
  • nodul fibrokaseosa seringkali mengandung mycobacteria dan berpotensi reaktivasi.
  • infeksi primer TB dapat berkembang lebih lanjut terutama di lobus tengah dan bawah dari paru-paru jika host tidak dapat menekan infeksi inisial.
  • eksudat purulen yang mengandung basil tahan asam (BTA) dapat ditemukan di sputum dan jaringan paru.

Penyebaran Perkontinuitatum Kompleks Primer


  • salah satu contohnya adalah epituberkulosis yaitu penekanan bronkus (biasanya bronkus lobus medius) karena pembesaran kelenjar hilus sehingga menyebabkan obstruksi saluran napas tersebut lalu menimbulkan atelektasis
  • kuman tuberkulosis akan menjalar sepanjang bronkus yang tersumbat ini ke lobus yang atelektasis dan menimbulkan peradangan pada lobus yang atelektasis tersebut, disebut sebagai epituberkulosis

Penyebaran Hematogen & Limfogen Kompleks Primer


  • berhubungan dengan daya tahan tubuh, jumlah kuman dan virulensi kuman
  • sarang yang ditimbulkan dapat sembuh spontan namun akan menyebar bila tidak adekuatnya imunitas hingga menimbulkan keadaan cukup gawat seperti tuberkulosis milier, meningitis tuberkulosis, typhobacillosis Landouzy
  • penyebaran ini juga dapat menimbulkan tuberkulosis pada alat tubuh lainnya misalnya tulang, ginjal, anak ginjal, genitalia dan sebagainya
  • komplikasi dan penyebaran ini mungkin akan berakhir dengan sembuh dengan sekuele (misalnya pertumbuhan terbelakang pada anak setelah mendapat ensefalomeningitis, tuberkuloma) atau meninggal

Referensi

  1. Dr. dr. Riawati, M.Med., Ph. & dr. Jocelyn Prima Utami. Tuberkulosis Paru. www.alomedika.com. Akses 14 November 2022.

ARTIKEL TERBARU


| Ruam | Ruam Sekunder | Vitamin | Tuberkulosis Primer | Tuberkulosis Laten | Imunisasi BCG | Obat Anti Tuberkulosis | TB Paru Anak | Tuberkulosis | Tuberkulosis Paru |


ARTIKEL FAVORIT


| Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 17/12/22