KlinikIndonesia.com : kamus kedokteran
Donasi

Home > Klinik Kedokteran > Kamus Kedokteran > penyakit > penyakit infeksi > penyakit infeksi virus > herpes zoster

Herpes Zoster

Oleh : dr. Asep Subarkah

Kompetensi 04 | Laporan Penyakit 0403 | ICD X B.02

Sinonim :

Pengertian [Ke Atas]

Herpes zoster adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan varicella zoster dan menyerang saraf perifer atau saraf tepi di sebagian tubuh.

Fakta [Ke Atas]

  1. herpes zoster dapat menular namun daya penularannya lebih lemah dibandingkan varicella simplex
  2. penularan varicella zoster berupa varicella simplex (cacar air) yang dapat berubah menjadi herpes zoster melalui proses reaktivasi virus
  3. penularan herpes zoster dapat melalui kontak langsung dengan lesi kulit dan menyebar melalui udara dibarengi dengan daya tahan tubuh menurun
  4. herpes zoster rekuren merupakan gambaran klinis minor dari AIDS
  5. HIV

Patofisiologi [Ke Atas]

Herpes zoster didapat saat seseorang terkena cacar air dimana virus tertinggal dalam sistem saraf dan dapat aktif kembali bila pasien mengalami stres berlebih atau penurunan daya tahan tubuh misalnya badan tidak fit. Ini disebut reaktivasi virus.

Biasanya varicella zoster pada herpes zoster menyerang bagian kulit, mukosa dan saraf di sebagian tubuh dan unilateral, kanan atau kiri, sesuai penjalaran dari ujung-ujung saraf. Berkumpulnya ruam sesuai dermatom saraf.

Diagnosis [Ke Atas]

Gejala

Gejala umum herpes zoster berupa demam, badan pegal-pegal dan lemas. Demam selalu mendahului gejala herpes zoster yang disertai rasa panas atau rasa nyeri pada bagian tubuh yang nantinya akan timbul ruam beberapa hari kemudian.

Gejala khusus herpes zoster adalah kelainan kulit berupa ruam yang didahului oleh rasa panas seperti terbakar. Biasanya muncul di bagian tertentu tubuh dan unilateral, tubuh bagian kanan atau kiri.

Gejala awal herpes zoster biasanya terasa di daerah punggung kemudian menyebar ke bagian ketiak. Gejalanya juga bisa terlihat di daerah kepala, mulai dari ujung rambut hingga ujung dagu bahkan bisa sampai ke daerah leher, telinga, hidung, mulut, dan mata. Gejala ini juga bisa pertama kali ditemukan di daerah bokong dan alat kelamin.

Gejala herpes zoster :
  1. Rasa panas
    Biasanya rasa panas seperti terbakar timbul beberapa hari sebelum ruam. Rasa panas masih dapat terasa hingga beberapa bulan meskipun ruam mulai menghilang.
  2. Ruam
    Biasanya ruam timbul beberapa hari setelah rasa terbakar. Ruam pada herpes zoster berupa bercak kemerahan yang berkelompok, menyebar dan membesar beberapa hari kemudian hingga sebesar biji jagung yang berisi air. Beberapa hari kemudian mengelupas dan masih meninggalkan rasa nyeri.
  3. Rasa nyeri
    Rasa sangat nyeri akan menyertai ruam sampai tahap pengelupasan. Kadang-kadang rasa nyeri masih ada setelah luka kering (1-3 minggu) dan sembuh. Bahkan kadang-kadang sisa nyeri masih dirasakan beberapa tahun kemudian. Rasa nyeri sisa pasca penyembuhan herpes zoster disebut post herpetic neuralgia.
  4. Rasa gatal

Penatalaksanaan [Ke Atas]

Terapi herpes zoster :

1. Tanpa pengobatan

Herpes zoster merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limiting disease) karena penyebabnya virus. Keadaan ini dapat terjadi bila daya tahan, kekebalan, atau imunitas tubuh meningkat. Penyembuhan ini dapat berlangsung dalam hitungan hari sampai minggu hanya dengan istirahat dan makan dengan nutrisi yang cukup.

2. Pengobatan

2.1 Antivirus

Antivirus dapat mematikan varicella zoster dengan memutuskan rantai perkembangan virus sehingga akan mempercepat fase penyembuhan herpes zoster. Antivirus lebih efektif bekerja bila mulai diberikan dalam 72 jam (3 hari) pertama setelah timbul ruam. Antivirus dapat diberikan per oral dan topikal. Misalnya acyclovir.

Dosis acyclovir untuk dewasa 5 kali 800 mg per hari selama 7-10 hari. Dosis acyclovir untuk anak-anak 20 mg/kgBB per dosis, maksimal 800 mg, diberikan 4 kali sehari selama 5 hari.

2.2 Simptomatik

Pengobatan simptomatik artinya memberikan pengobatan sesuai keluhan seperti rasa panas, nyeri dan gatal. Berikan antipiretik misalnya parasetamol. Rasa nyeri dapat diobati dengan pemberian kortikosteroid baik saat serangan herpes zoster maupun post herpetic neuralgia. Contoh kortikosteroid yang memiliki efek antiinflamasi adalah deksametason.

2.3 Antibiotik

Pengobatan antibiotik dapat diberikan hanya untuk mencegah infeksi sekunder atau bila ada infeksi sekunder, misalnya kulit menjadi bernanah atau terkelupas.

Pencegahan [Ke Atas]

Cara mencegah agar herpes zoster tidak kambuh lagi adalah membuat kondisi tubuh selalu sehat sehingga tidak mudah terkena infeksi.

Obat [Ke Atas]

Kontra indikasi :
  1. deksametason

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update Edisi 0.5 : 02/12/2015